Pemerintah Wajib Evaluasi Skema Pengabdian Penerima Beasiswa LPDP

AKURAT.CO Pemerintah didesak mengevaluasi skema pengabdian penerima beasiswa LPDP dengan mengutamakan penyediaan ekosistem riset yang memadai di dalam negeri, daripada sekadar menuntut kepulangan fisik secara kaku.
Pernyataan tersebut disampaikan Anggota Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih, merespons polemik penerima beasiswa LPDP atau diaspora yang enggan kembali ke Tanah Air karena minimnya fasilitas pendukung keahlian mereka.
Menurutnya, nasionalisme tidak boleh diukur hanya dari domisili penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). Melainkan juga berdasarkan kontribusi nyata dan jaringan ilmu pengetahuan yang dibangun untuk bangsa.
"Jangan sampai kita hanya menuntut mereka pulang tapi di sini mereka justru mati secara keilmuan karena laboratorium tidak ada dan ekosistem risetnya tidak mendukung," kata Fikri, kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).
"Kita harus menyediakan rumah yang layak bagi mereka untuk berkarya," tambahnya.
Baca Juga: Apakah Bisa Daftar LPDP Pakai Email Kampus? Ini Penjelasan Lengkapnya
Fikri mencontohkan kisah BJ Habibie yang bersedia pulang ke Indonesia karena negara memberikan panggung berupa industri strategis.
Menurutnya, tanpa sarana prasarana yang mumpuni, talenta terbaik Indonesia di bidang STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) akan terus terserap oleh industri negara lain yang lebih menghargai keahlian mereka.
Ia juga mengusulkan pergeseran konsep dari brain drain (kehilangan talenta) menjadi brain circulation.
Dalam konsep ini, diaspora yang bermukim di luar negeri tetap dianggap mengabdi selama mereka menjadi jembatan teknologi dan riset bagi institusi di Indonesia.
"Pemerintah perlu memperbaiki koordinasi antarkementerian agar lulusan terbaik ini tidak membentur tembok birokrasi saat ingin berkontribusi," kata Fikri.
Baca Juga: Cara Lolos Beasiswa LPDP 2026: Syarat, Tahapan, dan Strategi Sukses
"Jangan biarkan mutiara-mutiara kita (penerima beasiswa LPDP) hanya bersinar di negeri orang karena kita gagal menyiapkan tempat bagi mereka di rumah sendiri," tegasnya menambahkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








