Pemerintah Atur Titik Rawan Mudik Lebaran 2026, dari Stasiun Pasar Senen hingga Pelabuhan Merak

AKURAT.CO Pemerintah memetakan sejumlah simpul transportasi yang berpotensi mengalami kepadatan tinggi, selama arus mudik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat, yang diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, mengatakan prediksi tersebut merupakan hasil survei pergerakan masyarakat yang dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
"Walaupun prediksi tahun ini turun sekitar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, kita tetap harus waspada karena realisasi pergerakan pada Lebaran 2025 mencapai 154 juta orang, lebih tinggi dari prediksi," kata Aan dalam acara Dialektika Demokrasi bertema Sinergi Pemerintah dan Stakeholder Buat Mudik 2026 Aman dan Nyaman, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, pemetaan titik kepadatan menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk memastikan arus mudik dan balik berjalan lebih tertib. Untuk moda kereta api, Stasiun Pasar Senen diperkirakan menjadi titik keberangkatan paling padat dengan tujuan favorit menuju Yogyakarta.
Sementara pada sektor penerbangan, Bandara Soekarno-Hatta diproyeksikan tetap menjadi pusat mobilitas penumpang terbesar selama musim mudik. Sedangkan di sektor transportasi laut, Pelabuhan Tanjung Priok diprediksi menjadi titik keberangkatan utama menuju Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya.
Sementara untuk jalur penyeberangan, Pelabuhan Merak diperkirakan tetap menjadi jalur utama menuju Pelabuhan Bakauheni di Lampung. Untuk mengantisipasi kepadatan, pemerintah juga melakukan pengaturan distribusi kendaraan di pelabuhan penyeberangan.
Pelabuhan Merak akan difokuskan untuk kendaraan pribadi dan penumpang umum, sementara Pelabuhan Ciwandan disiapkan khusus untuk sepeda motor. Adapun Pelabuhan Bojonegara akan digunakan untuk angkutan barang tertentu, guna mengurangi kepadatan kendaraan logistik di jalur utama penyeberangan.
Di Lampung, Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Panjang juga disiapkan untuk mendukung distribusi penumpang dan logistik selama periode mudik.
Aan menjelaskan periode Angkutan Lebaran 2026 akan berlangsung selama 18 hari, dengan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 April 2026 dan arus balik pada 24 April 2026.
"Kami berharap pengaturan ini dapat membantu mendistribusikan pergerakan masyarakat sehingga tidak terjadi kepadatan pada tanggal-tanggal puncak," ujarnya.
Selain pengaturan transportasi, pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus untuk membantu masyarakat. Seperti diskon tarif penyeberangan sebesar 21,3 persen di 14 pelabuhan, diskon sekitar 30 persen untuk tiket kereta api dan transportasi laut, serta potongan tarif tol sekitar 17–18 persen.
Aan menegaskan, koordinasi lintas kementerian dan pemangku kepentingan menjadi kunci agar arus mudik 2026 dapat berlangsung aman dan lancar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










