Akurat
Pemprov Sumsel

IDAI Ingatkan Orang Tua Jaga Kesehatan Anak Saat Mudik Lebaran

Ayu Rachmaningtyas | 16 Maret 2026, 19:37 WIB
IDAI Ingatkan Orang Tua Jaga Kesehatan Anak Saat Mudik Lebaran
Ilustrasi mudik lebaran.

AKURAT.CO Menjelang libur Idul Fitri, mobilitas masyarakat meningkat seiring tradisi mudik ke kampung halaman.

Dalam situasi ini, menjaga kesehatan keluarga, khususnya anak, menjadi hal yang penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

Di tengah kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit seperti campak, batuk, dan pilek, serta tingginya mobilitas masyarakat, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan pentingnya persiapan yang matang sebelum melakukan perjalanan bersama anak.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, mengatakan, orang tua perlu memperhatikan berbagai aspek perlindungan kesehatan anak, mulai dari pencegahan penyakit menular hingga keselamatan selama perjalanan.

Menurutnya, langkah paling penting sebelum mudik adalah memastikan status imunisasi anak telah lengkap.

Vaksinasi menjadi benteng pertahanan utama untuk melindungi anak dari penyakit menular.

“Langkah paling krusial sebelum mudik adalah memastikan imunisasi anak Anda lengkap, terutama vaksin MR/MMR. Vaksinasi dua dosis terbukti menjadi cara paling efektif untuk mencegah penularan campak yang sangat mudah menyebar,” kata Piprim dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).

Selain vaksinasi, IDAI juga mengimbau orang tua untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama perjalanan, seperti menghindari keramaian, menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, serta mengajarkan anak etika batuk dan bersin.

Penggunaan masker juga disarankan ketika berada di transportasi umum atau ruang publik untuk mengurangi risiko penularan penyakit melalui droplet.

Orang tua juga diminta untuk tidak membiarkan anak berbagi barang pribadi seperti alat makan, botol minum, atau handuk guna mencegah penularan penyakit.

Selain itu, IDAI menyarankan orang tua memilih destinasi wisata dalam ruangan (indoor) seperti museum, pusat sains, perpustakaan anak, atau taman bermain indoor.

Selain memberikan pengalaman edukatif, lokasi tersebut dinilai lebih aman dari paparan hujan dan keramaian berlebih.

“Pilihlah destinasi di dalam ruangan seperti museum, pusat sains edukatif, atau taman bermain indoor. Tempat-tempat ini menawarkan pengalaman seru sekaligus melindungi anak dari hujan dan keramaian berlebihan,” ujarnya.

Orang tua juga diimbau memantau prakiraan cuaca, memastikan kondisi anak tetap fit sebelum berangkat, serta menyiapkan aktivitas alternatif jika cuaca buruk.

Baca Juga: Man City vs Real Madrid: Pep Guardiola Melawan Ketidakmungkinan, Tegaskan Tak Ada Yang Mustahil

Untuk mengantisipasi kebutuhan darurat selama perjalanan, IDAI merekomendasikan beberapa perlengkapan penting yang perlu dibawa, seperti kotak P3K keluarga yang berisi parasetamol, obat anti-mabuk, oralit, plester, perban, termometer, dan vitamin.

Dokumen penting seperti akta kelahiran atau kartu keluarga, tiket perjalanan, bukti pemesanan hotel, serta daftar nomor darurat termasuk rumah sakit terdekat di jalur mudik juga sebaiknya disiapkan.

Selain itu, orang tua dianjurkan membawa perlengkapan tambahan seperti jaket, jas hujan, alas kaki anti selip, serta camilan sehat dan mainan atau buku untuk menghibur anak selama perjalanan.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI, Hikari Ambara Sjakti, mengingatkan pentingnya memperhatikan keselamatan anak selama perjalanan, khususnya saat menggunakan kendaraan.

Ia menegaskan perlindungan anak di dalam kendaraan harus menggunakan perlengkapan keselamatan yang sesuai standar.

“Keselamatan anak di jalan adalah tanggung jawab mutlak orang tua. Jangan pernah menganggap remeh penggunaan car seat atau sabuk pengaman. Untuk perjalanan darat, pastikan anak menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai usia dan berat badan,” ujarnya.

IDAI juga menekankan pentingnya penggunaan car seat bagi anak di kendaraan roda empat, serta larangan membawa anak di bawah usia enam tahun menggunakan kendaraan roda dua.

Selain itu, pengemudi harus dalam kondisi sehat, tidak menggunakan ponsel saat berkendara, serta beristirahat secara berkala setiap dua hingga tiga jam selama perjalanan jauh.

“Dengan perencanaan yang matang, perjalanan mudik dan liburan bersama anak dapat menjadi pengalaman yang aman, menyenangkan, dan penuh kenangan bagi seluruh keluarga,” tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.