Idrus Marham: Kritik Harus Rasional, Objektif dan Berorientasi Kepentingan Bangsa

AKURAT.CO Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, mengingatkan pentingnya menjaga etika dan nilai dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintah.
Menurutnya, kritik merupakan bagian tidak terpisahkan dari sistem demokrasi. Namun kritik harus disampaikan secara jujur, rasional dan tidak didorong kepentingan tertentu yang dapat merusak kualitas demokrasi.
"Sekarang ini banyak orang yang berjuang atas nama keadilan tetapi dilakukan secara tidak adil. Berjuang demokrasi tetapi dengan cara yang tidak demokratis. Mengusung nilai tetapi dengan cara yang tidak bernilai," jelas Idrus, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Ia menilai sikap kritis dalam proses demokratisasi tetap harus berlandaskan komitmen kebangsaan untuk kemajuan Indonesia.
Kritik harus taat asas dan dipandu oleh ideologi negara serta aturan hukum yang berlaku.
"Sikap kritis dalam proses demokratisasi sejatinya dijalankan atas dasar komitmen kebangsaan untuk kemajuan Indonesia, taat asas, dipandu oleh ideologi dan falsafah Pancasila serta aturan perundang-undangan, juga rasional, objektif, logis dan faktual," terang Idrus.
Baca Juga: Bahlil Lepas Mudik Gratis Golkar, Seribu Pemudik Diberangkatkan ke Sejumlah Kota
Ia juga menyinggung kemungkinan adanya kepentingan di balik aliran dana yang diberikan kepada pihak tertentu dalam ruang diskursus publik.
"Kalau ada dana diberikan kepada seseorang tentu tidak mungkin tanpa tujuan. Pasti ada komitmen di balik itu. Ini patut dicurigai ada kepentingan tertentu," kata Idrus.
Meski demikian, ia menilai pemerintah tidak perlu bersikap anti terhadap kritik karena Indonesia merupakan rumah besar yang harus dijaga seluruh elemen bangsa.
"Pemerintah tidak perlu represif. Yang penting mengajak semua pihak menyadari bahwa Indonesia ini rumah besar kita bersama yang harus kita rawat," kata Idrus.
Sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni UIN Alauddin, Makassar, Idrus juga mengingatkan agar perdebatan politik tidak dilandasi kebencian terhadap individu tertentu.
"Jangan karena kebencian kepada seseorang lalu membuat kita menjadi tidak adil dalam menilai," ujarnya.
Baca Juga: Buka Puasa Bersama, AMPI Santuni Ratusan Anak Yatim dan Beri Bantuan untuk Masjid Golkar
Di sisi lain, Idrus juga menilai komunikasi politik pemerintah kepada publik masih perlu diperkuat.
Menurut dia, narasi yang dibangun oleh para pembantu presiden, khususnya juru bicara presiden, dalam menjelaskan program-program pemerintah belum sepenuhnya maksimal.
"Secara faktual narasi yang dibangun dalam komunikasi politik para pembantu presiden, lebih khusus juru bicara presiden, untuk menjelaskan secara komprehensif dan terintegrasi program pemerintah belum maksimal," katanya.
Karena itu, ia mendorong agar komunikasi publik pemerintah diperkuat sehingga masyarakat dapat memahami secara utuh arah dan tujuan kebijakan yang dijalankan.
Idrus berharap seluruh elemen bangsa kembali menempatkan nilai, ideologi dan kepentingan nasional sebagai rujukan utama dalam menyampaikan kritik maupun dukungan terhadap pemerintah.
Baca Juga: Misbakhun Panaskan Mesin Partai Golkar, Bawa Pesan Bahlil soal Soliditas Kader
Ia menambahkan, demokrasi yang sehat hanya dapat dibangun dengan kejujuran, integritas serta tanggung jawab kebangsaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






