Hipertensi Jadi Kasus Kesehatan Paling Banyak Diderita Pemudik

AKURAT.CO Darah tinggi atau hipertensi menjadi kasus kesehatan yang paling dominan diderita pemudik, disusul diabetes dan influenza.
Hal itu dikatakan Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, usai pemantauan di Posko Kesehatan Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (17/3/2026) kemarin.
Kunjungan yang dilakukan Wamenkes bertujuan memastikan kesiapan layanan kesehatan, guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026 dengan tema nasional "Mudik Aman, Lebaran Nyaman."
"Seluruh pemudik yang mengalami keluhan langsung mendapatkan penanganan medis serta obat-obatan secara gratis di Posko Kesehatan Gambir," katanya.
Wamenkes menjelaskan, saat ini jumlah pemudik di Jakarta diperkirakan mencapai sekitar 680.000 orang, khususnya pengguna kereta api. Di Stasiun Gambir sendiri, jumlahnya sudah mencapai 63.000 orang dan akan terus bertambah.
Baca Juga: IDAI Ingatkan Orang Tua Jaga Kesehatan Anak Saat Mudik Lebaran
"Jika ada yang sakit selama perjalanan, ini bisa menjadi masalah besar. Karena itu, kesiapan posko kesehatan sangat penting," ucapnya.
Selain penumpang, kesehatan petugas operasional juga menjadi perhatian utama untuk menjamin keselamatan perjalanan.
Berdasarkan data pemeriksaan awak kereta api oleh PT KAI, sebanyak 277 petugas (masinis, kondektur, pramugara/pramugari dan teknisi) telah menjalani skrining.
Hasilnya, 125 orang dinyatakan laik, 133 orang laik dengan catatan (memerlukan pemantauan) dan 19 orang tidak laik bertugas karena faktor kesehatan.
"Ini penting karena kesehatan petugas, terutama masinis dan teknisi, sangat menentukan keselamatan ribuan pemudik," ujar Wamenkes.
Kesiapsiagaan ini sejalan dengan Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/163/2026. Pemerintah telah menyiagakan tim penyelenggaraan kesehatan, pos pelayanan, fasilitas rujukan kegawatdaruratan hingga skrining laik berkendara di berbagai simpul mudik.
Wamenkes menuturkan, Posko Kesehatan Stasiun Gambir telah memenuhi standar pelayanan dengan fasilitas komprehensif, mulai dari pemeriksaan umum, tekanan darah, gula darah hingga pemeriksaan gigi.
Pemudik diimbau memanfaatkan waktu tunggu keberangkatan untuk melakukan cek kesehatan gratis. Akses layanan juga dibuat fleksibel, cukup dengan menunjukkan kartu identitas, asuransi kesehatan atau melalui pendaftaran daring.
Terkait kondisi di lapangan, Wamenkes mengingatkan pemudik untuk mewaspadai cuaca panas ekstrem di Jakarta yang berisiko menyebabkan heat stroke.
Ia juga menjelaskan kewaspadaan terhadap gejala campak, seperti demam dan munculnya bintik merah di belakang telinga.
Apabila mengalami gejala tersebut, pemudik diminta segera melapor dan melakukan isolasi mandiri agar tidak menulari keluarga di kampung halaman.
"Pastikan minum cukup, hindari paparan panas berlebih dan gunakan pelindung diri. Bagi musafir yang berpuasa namun merasa tidak kuat, diperbolehkan tidak berpuasa demi menjaga stamina dan keselamatan," Wamenkes mengimbau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










