Tak Ada PJJ, Mendikdasmen Pastikan Sekolah Tetap Tatap Muka

AKURAT.CO Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menekankan tidak ada pemberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring, meskipun adanya imbauan penghematan energi imbas dari perang di Timur Tengah. Dengan dmikian, sistem pembelajaran tetap dilakukan secara tatap muka atau luring.
Menurutnya, kebijakan ini sesuai dengan hasil rapat lintas kementerian yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, pada Senin 23/3/2026).
"Sesuai hasil rapat lintas Kementerian dan Pernyataan Pers Menko PMK pada 23 Maret, pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa dengan pertimbangan akademik dan penguatan pendidikan karakter," kata Abdul Mu'ti dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).
Baca Juga: Bisa Bikin Anak Malas, Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh Harus Dikaji Ulang
Untuk itu, pihaknya segera mengeluarkan surat edaran menteri sebagai tindaklanjut dan ketetapan pemerintah untuk dapat dilaksanakan menjelang hari masuk kembali ke sekolah. "Penjelasan lebih lanjut akan disampaikan dalam Surat Edaran Menteri Dikdasmen," ujarnya.
Sebelumnya, Menko PMK Pratikno menginstruksikan untuk mempercepat transformasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, peningkatan kinerja birokrasi, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta efisiensi di segala bidang.
Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, pada Jumat, 13 Maret 2026, bahwa situasi krisis global justru harus dijadikan momentum untuk mendorong percepatan agenda transformasi nasional.
Dia mengutip langsung pernyataan Bapak Presiden bahwa "Krisis justru mempercepat rencana transformasi kita. Akhirnya kita dipaksa akselerasi. Kita sudah mengerti masalahnya, dari dulu kita ingin swasembada pangan, swasembada energi. Kita sudah mengarah ke situ. Tapi sekarang akan mempercepat."
Baca Juga: Komisi X DPR: Pembelajaran Jarak Jauh Sebaiknya Diberlakukan Selektif, Bukan Nasional
Karena itu, Pratikno menyampaikan selain swasembada pangan dan swasembada energi, presiden juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas SDM Indonesia, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan.
Khusus di bidang pendidikan, sebagai bagian dari transformasi pemerintahan tentang pentingnya menjamin proses pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa. Di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss.
"Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa," ujarnya dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









