Akurat
Pemprov Sumsel

Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Evaluasi Misi Perdamaian

Ayu Rachmaningtyas | 31 Maret 2026, 18:17 WIB
Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Evaluasi Misi Perdamaian
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono.

AKURAT.CO Dua prajurit TNI gugur saat menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Peristiwa ini mendorong DPR RI untuk meminta evaluasi menyeluruh terhadap penugasan pasukan Indonesia di wilayah konflik tersebut.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya dua prajurit, yang terdiri dari satu perwira dan satu bintara.

“Dengan hati yang amat berat, saya menyampaikan belasungkawa. Dua prajurit TNI gugur akibat ranjau, dan saat proses evakuasi mereka juga mendapat serangan bersenjata,” ujar Dave di Kompleks DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Evaluasi Penugasan

Dave menegaskan bahwa meski risiko menjadi bagian dari tugas prajurit, pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap keberadaan pasukan di wilayah konflik.

Menurutnya, misi TNI di Lebanon adalah menjaga perdamaian, bukan terlibat dalam pertempuran aktif.

“Mereka ditugaskan untuk menjaga perdamaian, bukan untuk bertempur. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan risiko yang semakin tinggi,” katanya.

Dave menyebut, rencana rotasi pasukan pada Mei mendatang perlu dikaji ulang. Ia mengusulkan sejumlah opsi, mulai dari pengurangan jumlah personel hingga perubahan pola operasi.

“Apakah jumlah pasukan dikurangi atau operasinya dibatasi hanya di dalam markas, ini perlu dipetakan ulang oleh Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan,” jelasnya.

Baca Juga: Dasco dan Raffi Ahmad Hadiri Rakernas PAN 2026, Tegaskan Soliditas Koalisi

Saat ini, total pasukan perdamaian di wilayah tersebut mencapai sekitar 5.000 personel, dengan sekitar 800 di antaranya berasal dari Indonesia.

Jika situasi dinilai tidak aman, Dave juga membuka kemungkinan penghentian sementara operasi.

“Kalau memang tidak bisa dinyatakan aman, sebaiknya operasi dihentikan terlebih dahulu sampai situasi benar-benar kondusif dan misi diredefinisi ulang,” ujarnya.

Dave menilai situasi keamanan semakin memburuk akibat konflik antara Israel dan Hizbullah yang masih berlangsung.

Ia meminta adanya ketegasan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta pihak terkait untuk menjamin keselamatan pasukan perdamaian.

“Kalau perang masih berkecamuk dan sudah menewaskan prajurit kita, harus ada ketegasan, baik dari PBB maupun Mabes TNI,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan tingginya risiko yang dihadapi pasukan perdamaian, sekaligus mendorong perlunya peninjauan ulang strategi penugasan di wilayah konflik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.