Akurat
Pemprov Sumsel

Kemenkes Kritisi Billboard Film 'Aku Harus Mati', Picu Peningkatan Peniruan Aksi Bunuh Diri

Ayu Rachmaningtyas | 6 April 2026, 13:00 WIB
Kemenkes Kritisi Billboard Film 'Aku Harus Mati', Picu Peningkatan Peniruan Aksi Bunuh Diri
Billboard film 'Aku Harus Mati'

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan mengkritisi materi promosi film 'Aku Harus Mati' melalui billboard yang dipajang di ruang publik. Bahkan di media sosial, billboard film ini menjadi sorotan karena membuat masyarakat tak nyaman, khususnya warga Jakarta.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi, mengatakan billboard tersebut dinilai provokatif dan berpotensi memicu peniruan bunuh diri pada individu rentan. Menurutnya, media dan materi promosi memiliki kekuatan untuk membentuk cara orang memahami masalah.

Judul, gambar, atau narasi yang menyederhanakan bunuh diri menjadi solusi atas penderitaan dapat menurunkan ambang resistensi bagi mereka yang sedang rapuh.

Baca Juga: Jadwal Tayang dan Sinopsis Film Aku Harus Mati di Bioskop Indonesia, Horor dengan Pesan Mendalam!

Paparan berulang terhadap pesan sayang meromantisasi atau menormalisasi tindakan tersebut dapat menjadi pemicu bagi individu dengan riwayat depresi, impulsivitas, atau pengalaman traumatis.

"Reaksi ini bukan sekadar soal estetika atau kebebasan berekspresi, ketika tema bunuh diri dihadirkan tanpa kehatihatian, dampaknya bisa menyentuh keselamatan publik," kata Imran dalam keterangannya, Senin (6/4/2026).

Dari laporan Kepolisan pada tahun 2023, tercatat 1.350 kasus kematian karena bunuh diri dan meningkat menjadi 1.450 pada 2024. Selain itu, layanan krisis kesehatan jiwa menunjukkan lonjakan permintaan volume panggilan dan pesan ke layanan healing 119, meningkat dari sekitar 400 call pada Agustus 2025 menjadi 550 call per hari pada 2026.

"Angka-angka ini menegaskan bahwa paparan publik terhadap materi sensitif terjadi dalam konteks kebutuhan layanan yang meningkat, sehingga komunikasi publik yang tidak bertanggung jawab berpotensi memperburuk situasi," ujarnya.

Menurut dia, kenaikan jumlah laporan dan permintaan bantuan juga menandakan bahwa lebih banyak orang yang mengalami krisis kesehatan jiwa, serta semakin banyak orang yang mencoba mencari bantuan. Hal ini menjadi sinyal penting bahwa akses dan respons layanan harus diperkuat.

"Namun, angka kematian yang dilaporkan juga mengingatkan bahwa upaya pencegahan belum sepenuhnya efektif dan bahwa paparan media yang tidak aman dapat menambah beban pada populasi yang rentan," jelasnya.

Baca Juga: Film Aku Harus Mati: Sinopsis, Jadwal Tayang, dan Daftar Pemain

Selain itu, dalam penelitian modern tentang 'suicide exposure' memperkirakan bahwa satu kematian akibat bunuh diri dapat mempengaruhi hingga sekitar 135 orang dalam berbagai derajat. Mulai dari duka intens hingga paparan sekunder, yang menimbulkan stres atau risiko kesehatan jiwa

"Pembuat film, tim pemasaran, pengelola ruang publik, dan media memiliki peran untuk memastikan bahwa pesan yang disebarkan tidak memperbesar risiko," ucapnya.

Oleh karena itu, konteks penyajian menjadi krusial dengan menempatkan pesan bunuh diri dalam kerangka kompleksitas masalah kesehatan jiwa dan pencegahan, atau justru menonjolkan unsur dramatis yang memuliakan tindakan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.