Soal Pernyataan Saiful Mujani, Menteri HAM: Siapa Saja Boleh Kritik Pemerintah Tapi Jangan Punya Niat Jahat

AKURAT.CO Pemerintah dipastikan terbuka terhadap berbagai kritik dan masukan dari masyarakat.
Namun, menurut Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, ada baiknya jika kritik ditujukan untuk memperbaiki kinerja dan program-program pemerintah. Bukan memprovokasi publik dengan tujuan menggulingkan pemerintahan yang sah.
Hal tersebut disampaikan Pigai merespons pernyataan konsultan politik sekaligus pendiri SMRC, Saiful Mujani, yang mengajak untuk menjatuhkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Siapa saja boleh mengkritik untuk memperbaiki program-program kerja pemerintah tetapi jangan punya niat jahat, termasuk misalnya untuk mengganti pemerintahan sebelum 2029," kata Pigai, melalui unggahan di akun X, Senin (6/4/2026).
Pigai menjelaskan, saat ini pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo sudah berjuang semaksimal mungkin dalam memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya keadilan dan menciptakan kesejahteraan.
Baca Juga: Terwujud di Era Prabowo, Sudah 15 Tahun Warga Menanti Jembatan Beton di Kelurahan Sambeng
"Data juga menunjukkan bahwa Indeks Ratio Gini saat ini 0,363 terbaik dalam 15 tahun terakhir. Artinya, adanya keadilan distributif yang merata seantero negeri karena komitmen Prabowo adalah takhta untuk rakyat dan harta untuk rakyat," jelasnya.
"Hampir 50 persen APBN didistribusikan kepada rakyat dalam berbagai bentuk program. Mayoritas rakyat mencintai Prabowo," lanjut Pigai.
Ia mengatakan, TNI dan Polri saat ini juga sangat kompak melaksanakan tugas negara. Di sisi lain, dunia internasional melihat Indonesia sedang memberi kontribusi aktif dalam menciptakan perdamaian dunia.
Bahkan, Presiden Prabowo dipandang sebagai figur penting dan menonjol dari negara netral yang dibutuhkan oleh para pemimpin dunia.
"Saya saksikan dengan mata kepala sendiri, Sekjen PBB, Guterres, meminta Presiden Prabowo ikut andil menciptakan perdamaian dunia termasuk menjaga perdamaian kawasan," tuturnya.
Baca Juga: Saiful Mujani Ajak Gulingkan Prabowo, Hasan Nasbi: Mereka Ukur Demokrasi dengan Isi Perutnya Sendiri
Oleh karena itu, Pigai meyakini bahwa apa yang disampaikan Saiful Mujani untuk menjatuhkan Presiden Prabowo tidak akan pernah terjadi. Ia pun mengajak pihak-pihak yang kurang puas untuk bertarung secara konstitusional pada Pemilu 2029 mendatang.
"Dari sini saya simpulkan bahwa circumtance-nya tidak memungkinkan untuk sebuah perubahan rezim, ya tidak akan mencapai target jangka pendek seperti yang Saiful Mujani sampaikan. Tunggu saja bertarung di tahun 2029," katanya.
Sebelumnya, potongan-potongan pidato Saiful Mujani dalam acara halalbihalal tersebar luas di media sosial. Ia mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo sudah tidak lagi menganut sistem presidensial.
Menurutnya, prosedur pemakzulan yang formal atau impeachment sudah tidak akan efektif pada era pemerintahan Prabowo. Ia pun menawarkan alternatif lain untuk menjatuhkan pemerintahan Prabowo dengan mengonsolidasikan gerakan sipil.
"Menurut saya, alternatifnya bukan pada prosedur yang formal impeachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa enggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu," kata Saiful Mujani.
Ia juga menyebut Presiden Prabowo sudah tidak mungkin lagi untuk dinasihati. Maka satu-satunya cara untuk menyelamatkan negara Indonesia adalah dengan digulingkan.
Baca Juga: Prabowo Ucapkan Selamat Paskah, Serukan Kedamaian di Tengah Dunia yang Bergejolak
"Kalau nasihati Prabowo enggak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan. Itulah menyelamatkan tapi bukan menyelamatkan Prabowo menyelamatkan diri kita dan bangsa ini," jelas Saiful Mujani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









