Banjir di Demak Terus Berulang, Puan Minta Risiko Lama Segera Diatasi

AKURAT.CO Ketua DPR, Puan Maharani, menyoroti banjir besar di Kabupaten Demak, Jawa Tengah yang terus berulang, bahkan sampai menyebabkan seorang anak berusia 8 tahun meninggal dunia. Dia pun meminta pemerintah segera mengatasi banjir berulang tersebut.
"Banjir di Demak ini sudah sering terjadi, dan menjadi catatan kita bersama. Tentunya menjadi keprihatinan bagi DPR karena banjir kali ini menyebabkan adanya korban jiwa, dan duka cita mendalam kami sampaikan kepada pihak keluarga," kata Puan, Senin (6/4/2026).
Seperti diketahui, banjir besar melanda Demak dipicu oleh jebolnya tanggul serta meluapnya air Sungai Tuntang pada Jumat (3/4/2026) pagi, yang kemudian merendam permukiman, fasilitas umum, hingga lahan pertanian.
Baca Juga: Ditargetkan Rampung Pertengahan 2027, Tol Semarang-Demak I Bantu Kendalikan Banjir Rob di Pantura
Tanggul yang jebol tercatat berada di beberapa titik, dengan panjang sekitar 30 meter 10 meteran, dan 15 meter. Banjir juga menyebabkan satu orang anak berusia 8 tahun, warga, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, meninggal dunia. Korban hanyut terbawa arus banjir saat tanggul Sungai Tuntang jebol pada Jumat (3/4/2026) siang.
Berdasarkan kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, banjir merendam delapan desa di empat kecamatan. Data sementara hingga Sabtu (4/4/2026) mencatat sebanyak 2.839 warga harus mengungsi akibat bencana tersebut.
Puan mengingatkan Pemerintah untuk memastikan keselamatan masyarakat, termasuk segera menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Demak. "Baik yang berada di pengungsian, atau warga yang memilih bertahan di rumahnya, termasuk bagi warga yang membutuhkan bantuan dalam membersihkan reruntuhan rumah mereka yang rusak berat akibat banjir," tuturnya.
Sebagai informasi, sejumlah rumah di Demak mengalami rusak berat usai banjir besar akibat tanggul jebol. Beberapa rumah hanya menyisakan atap, bahkan beberapa di antaranya menyisakan fondasi dan tidak lagi bisa ditempati karena bangunan hanyut tersapu banjir.
Warga terdampak mengungsi di sejumlah titik. Sejumlah pengungsi dilaporkan membutuhkan penanganan kesehatan. "Penting agar instansi terkait segera memberi penanganan kesehatan bagi warga korban banjir yang membutuhkan. Lakukan jemput bola dengan memeriksa kondisi di setiap wilayah maupun pengungsian," ungkapnyq.
Selain berdampak pada warga, banjir merendam ribuan rumah. Sebanyak 10 fasilitas pendidikan dan 15 fasilitas ibadah turut terdampak. Seluas 671 hektare lahan persawahan di Kabupaten Demak juga terendam banjir.
Baca Juga: Program RSLH PT Djarum Wujudkan Mimpi Warga Demak Miliki Rumah Layak Huni
Dia pun menilai Banjir di Demak yang dipicu jebolnya tanggul Sungai Tuntang, memperlihatkan bagaimana kurangnya mitigasi bencana di wilayah rawan. "Tentunya ini menambah beban ekonomi masyarakat dalam skala yang lebih luas," sebutnya.
Ketika sawah terendam, rumah warga terdampak, dan aktivitas harian terganggu dalam waktu bersamaan, persoalan yang dihadapi bukan lagi sekadar genangan air, tetapi bagaimana sistem perlindungan negara bekerja terhadap wilayah yang risikonya sesungguhnya sudah lama dikenali.
"Masyarakat perlu mendapat penjelasan yang lebih terbuka mengenai apakah titik tanggul yang jebol memang sudah masuk dalam peta kerentanan prioritas, bagaimana evaluasi teknis dilakukan sebelum kejadian," ujar Puan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










