Krisis Global dan El Nino Uji Ketahanan Pangan, Pemerintah Harus Ambil Langkah Antisipasi

AKURAT.CO Isu ketahanan pangan kini dinilai tidak lagi sekadar soal produksi, melainkan telah menjadi persoalan strategis yang dipengaruhi dinamika global dan perubahan iklim ekstrem.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, dalam rapat bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait sektor pangan, pertanian, serta kelautan.
"Ketahanan pangan hari ini tidak lagi sekedar persoalan produksi, tetapi telah menjadi isu strategis yang sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global dan perubahan iklim yang semakin ekstrem," kata Titiek mengawali rapat, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga: Puan Soroti Ancaman El Nino terhadap Produksi Pangan di Jawa
Dia mengingatkan bahwa ancaman perubahan iklim telah nyata mengganggu pola tanam, meningkatkan risiko gagal panen, hingga menurunkan produktivitas sektor pertanian dan perikanan. Bahkan, prediksi terjadinya fenomena El Nino pada 2026 dinilai menjadi alarm serius bagi Indonesia.
"Kita dihadapkan pada ancaman nyata perubahan iklim yang telah mengganggu pola tanam, meningkatkan risiko gagal panen, serta menurunkan produktivitas pertanian dan perikanan," ujarnya.
Di sisi lain, dia juga menyoroti ketegangan geopolitik global yang berpotensi memperparah kondisi pangan nasional. Potensi eskalasi konflik internasional dapat memicu gangguan rantai pasok global hingga lonjakan harga energi dan pangan dunia.
Merujuk data Food and Agriculture Organization (FAO), harga pangan global tercatat naik 2,4 persen pada Maret dibandingkan bulan sebelumnya, didorong kenaikan biaya energi akibat konflik di Timur Tengah.
"Kondisi ini tentu akan berdampak langsung terhadap biaya produksi dalam negeri, distribusi pangan, hingga stabilitas harga di tingkat konsumen," jelasnya.
Baca Juga: BMKG Pantau Fenomena Godzilla El Nino Akan Melanda Indonesia, Apa Bedanya dengan El Nino Biasa?
Selain itu, Komisi IV DPR juga menyoroti sejumlah kerentanan lain, seperti sektor perikanan yang terdampak perubahan suhu laut dan cuaca ekstrem, ketergantungan impor bahan pangan dan pakan, serta jaminan ketersediaan pupuk bersubsidi dan cadangan pangan pemerintah.
Titiek menegaskan, penguatan ketahanan pangan harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, dengan pendekatan yang tidak lagi bersifat biasa. "Ketahanan pangan adalah fondasi kedaulatan bangsa. Jika pangan terganggu, maka stabilitas nasional juga akan ikut terancam," tegasnya.
Dia memastikan Komisi IV DPR akan menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal, agar kebijakan pemerintah benar-benar berdampak pada kesejahteraan petani, nelayan, dan masyarakat luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










