Akurat
Pemprov Sumsel

Jelang Muktamar, Kandidat Ketum PBNU Bermunculan, Tokoh: Cari yang Bersih dari Konflik!

Lufaefi | 17 April 2026, 10:00 WIB
Jelang Muktamar, Kandidat Ketum PBNU Bermunculan, Tokoh: Cari yang Bersih dari Konflik!
Logo Nahdlatul Ulama (kesbangpol.pemalang)

AKURAT.CO Menjelang Muktamar NU ke-35, sejumlah nama mulai bermunculan sebagai kandidat Ketua Umum PBNU. Di tengah dinamika internal organisasi, sejumlah tokoh berharap pemimpin mendatang lahir dari figur yang bersih dari konflik.

Sekretaris Jenderal Gerakan Nasional (Gernas) Ayo Mondok, Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans, menegaskan pihaknya tidak dalam posisi mendukung kandidat tertentu. Namun, ia memiliki harapan terhadap sosok yang akan memimpin PBNU ke depan.

“Saya harus tekankan, Gernas Ayo Mondok tidak dalam posisi dukung mendukung kepada orang, tapi harapan itu ada,” ujarnya di Surabaya, Rabu (8/4/2026).

Ia berharap Ketua Umum PBNU maupun Rais Aam yang terpilih nantinya memiliki perhatian kuat terhadap pesantren serta terbuka terhadap perkembangan zaman.

Baca Juga: PBNU Duga Ada Upaya Manipulasi Data Hisab oleh Kemenag untuk Penyatuan Idul Fitri 1447 H

“Harapan kami sosok yang akan menjadi Ketum PBNU ataupun Rais Aam adalah orang-orang yang memang konsen dengan pesantren karena kami basic-nya pesantren, tapi dengan wawasan yang sangat open mind terhadap perkembangan zaman,” sambungnya.

Gus Hans juga mendorong agar figur yang terpilih tidak terlibat dalam konflik internal yang belakangan mencuat di tubuh PBNU.

“Artinya jangan lagi terlibat orang-orang yang berkonflik saat ini, sehingga betul-betul dipegang oleh orang-orang yang tidak memiliki beban sejarah terhadap permasalahan yang sekarang ini ada,” terangnya.

Menurutnya, kepemimpinan yang bebas dari konflik akan membuat organisasi lebih fokus pada agenda keumatan dan tidak terbebani persoalan masa lalu.

“Ya, harapan kami seperti itu, karena kami kan tidak punya hak suara untuk memilih Ketum PBNU,” ucapnya.

Ia pun mengimbau para alumni santri yang kini menjadi pengurus PCNU dan PWNU di seluruh Indonesia agar membawa NU ke arah yang lebih produktif dan damai.

“Tapi kami mengimbau kepada para alumni santri yang menjadi pengurus PCNU atau PWNU di seluruh Indonesia, mari bawa NU ini lebih kepada situasi yang produktif, damai, dan bisa memutus jaring konflik yang sekarang ini ada,” imbuhnya.

Diketahui, dinamika internal PBNU mengemuka dalam beberapa waktu terakhir, termasuk perbedaan sikap antara Yahya Cholil Staquf dan Miftachul Akhyar. Muktamar ke-35 sendiri direncanakan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026.

Baca Juga: KPK Ungkap Dugaan Upaya Suap Rp16,8 M, Gus Yaqut Disebut Gagal Kondisikan Pansus Haji

Sejumlah lembaga dan kelompok internal mulai memetakan kandidat potensial. Nama-nama dari unsur internal PBNU, pengurus wilayah, kalangan pesantren, hingga tokoh politik disebut masuk dalam bursa calon.

Meski begitu, keputusan akhir tetap berada di tangan peserta muktamar. Aspirasi agar lahir kepemimpinan baru yang mampu meredam konflik dan memperkuat konsolidasi organisasi pun menguat menjelang forum tertinggi NU tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi