Akurat Logo

Kementerian P2MI dan Prefektur Miyazaki Percepat MoU Penempatan Pekerja Migran

Ayu Rachmaningtyas | 13 Mei 2026, 15:17 WIB
Kementerian P2MI dan Prefektur Miyazaki Percepat MoU Penempatan Pekerja Migran
Kementerian P2MI bersama Prefektur Miyazaki susun MoU penempatan pekerja migran Indonesia. Foto: Kementerian P2MI

AKURAT.CO Dalam memperkuat sinergi penempatan pekerjaan migran Indonesia terampil, khususnya di wilayah Miyazaki, Menteri Pelindungan Pekerjaan Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menerima kunjungan delegasi Pemerintah Prefektur Miyazaki, Jepang, di Kantor KP2MI, Jakarta.

Delegasi dipimpin Gubernur Prefektur Miyazaki, Mr. Kohno Shunji, didampingi Wakil Ketua DPRD Miyazaki, Mr. Yamashita Kotobuki, serta Ketua Federasi Kamar Dagang dan Industri Miyazaki, Mr. Mera Mitsunori. Turut hadir secara daring perwakilan KBRI Tokyo dan Direktorat Asia Timur Kementerian Luar Negeri.

Sementara, Mukhtarudin didampingi, Dwi Setiawan Susanto (Dirjen Promosi), Ahnas (Dirjen Penempatan), Rinardi (Dirjen Pelindungan), dan Moh. Fachri (Dirjen Pemberdayaan).

Dalam kesempatan tersebut, Mukhtarudin menjelaskan bahwa Indonesia memiliki modal besar berupa bonus demografi. Pada tahun 2025, usia produktif masyarakat Indonesia mencapai 183 juta jiwa dan diprediksi melonjak hingga 207 juta jiwa pada periode berikutnya.

Menurutnya, Kementerian P2MI kini menjadi otoritas tunggal yang berfokus pada dua mandat utama, yakni peningkatan pelindungan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga: Kolaborasi Tiga Kementerian, Pelindungan Pekerja Migran Diperkuat dari Hulu

"Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, kami berkomitmen meningkatkan pelindungan dari sebelum, selama hingga sesudah penempatan. Selain itu, kami fokus meningkatkan kualitas pekerja migran agar mampu mengisi lowongan pekerjaan formal atau skilled worker di pasar global," ujar Mukhtarudin, dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).

Guna mengoptimalkan potensi ini, pemerintahan Prabowo Subianto tengah menyiapkan ekosistem hulu melalui kerja sama dengan 12 kementerian/lembaga dan perguruan tinggi guna mencetak tenaga kerja berstandar kompetensi global.

Selain itu, Kementerian P2MI juga menyambut baik peluang kerja di Prefektur Miyazaki yang diproyeksikan membutuhkan ribuan tenaga kerja di sektor-sektor strategis, seperti manufaktur, pertanian, kesehatan (caregiver) dan hospitality (perhotelan).

Berdasarkan data sistem (Sisko-P2MI), sejak Januari 2025 hingga 8 Mei 2026, tercatat telah ada 30.835 penempatan di Jepang secara keseluruhan. Di mana 105 penempatan di antaranya secara spesifik berada di Prefektur Miyazaki.

Sebagai tindak lanjut pertemuan ini, kedua belah pihak menyusun Memorandum of Understanding (MoU) yang akan mencakup, promosi pendidikan bahasa dan budaya Jepang, pendirian pusat konsultasi dan sistem berbagi informasi dan pemantauan dan evaluasi kerja sama secara berkala.

Baca Juga: Pemerintah Siagakan Layanan di Bandara hingga Pos Perbatasan Sambut Arus Mudik Pekerja Migran

"Kami berharap MoU ini segera terealisasi dan diikuti dengan plan of action yang konkret. Saat ini, pemerintah sedang menyiapkan 500 ribu pekerja terampil melalui program upskilling yang dimulai tahun 2026 hingga 2029," kata Mukhtarudin.

Ia berharap kerja sama dengan Prefektur Miyazaki dapat menjadi role model atau praktik baik yang bisa direplikasi dengan prefektur lain di Jepang. Guna memperkuat hubungan ketenagakerjaan yang berkelanjutan antara kedua negara.

Sementara itu, Gubernur Prefektur Miyazaki, Mr. Kohno Shunji, menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat dari Kementerian P2MI. Dalam kunjungan perdana ke Indonesia, ia mengaku terkesan dengan dinamika ekonomi dan besarnya potensi sumber daya manusia di Indonesia.

Kohno memaparkan bahwa saat ini Miyazaki menghadapi tantangan demografi serius berupa penurunan populasi yang agresif. Hal ini berdampak langsung pada berkurangnya ketersediaan tenaga kerja di berbagai sektor layanan publik dan industri di Jepang.

"Populasi kami saat ini sekitar satu juta jiwa dengan jumlah warga asing sebanyak 10 ribu orang, di mana tiga ribu di antaranya adalah warga negara Indonesia. Kami berharap ke depannya dapat menerima lebih banyak tenaga kerja dari Indonesia untuk mendukung pembangunan daerah kami," jelasnya.

Baca Juga: Kementerian P2MI Ingatkan Bahaya Penempatan Nonprosedural Pekerja Migran Indonesia ke Libya

Terkait usulan kerja sama formal, Kohno menyambut baik rencana penandatanganan MoU yang diajukan oleh Menteri P2MI, Mukhtarudin. Ia berharap kesepakatan tersebut dapat segera difinalisasi guna memberikan kepastian hukum dan kenyamanan bagi para pekerja migran.

Pertemuan diakhiri dengan komitmen kuat kedua belah pihak untuk segera menindaklanjuti poin-poin diskusi ke dalam langkah nyata. Melalui sinergi antara visi besar pemerintah Indonesia dalam mencetak 500 ribu tenaga kerja terampil dan kebutuhan mendesak Prefektur Miyazaki akan sumber daya manusia berkualitas.

Kolaborasi diharapkan tidak hanya menjadi solusi atas tantangan ketenagakerjaan di Jepang tetapi juga menjadi katalisator peningkatan kesejahteraan dan kompetensi global bagi pekerjaan migran Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.