Proyek DDT Bekasi Harus Dipercepat, Komisi V DPR: Tak Perlu Tunggu Rekomendasi KNKT

AKURAT.CO Komisi V DPR RI mendesak pemerintah segera mempercepat pembangunan proyek double-double track (DDT) di lintas Jakarta-Bekasi, tanpa perlu menunggu hasil investigasi akhir dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Wakil Ketua Komisi V DPR, Syaiful Huda, mengatakan kebutuhan pembangunan DDT sudah menjadi kesimpulan bersama, karena tingginya kepadatan jalur kereta di kawasan Jabodetabek.
"DDT itu sudah enggak usah nunggu rekomendasi KNKT. Di situ sudah memang perlu pemisahan antara jalur cepat dalam kota, luar kota dengan jalur kereta api dalam kota. Itu sudah kesimpulan," kata Huda kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Dia menjelaskan, proyek DDT dibutuhkan untuk memisahkan jalur kereta jarak jauh dengan kereta komuter guna mengurangi kepadatan dan potensi gangguan perjalanan kereta.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menegaskan proyek tersebut tidak boleh lagi terhambat alasan keterbatasan anggaran, karena Presiden RI Prabowo Subianto disebut telah menyiapkan alokasi dana sebesar Rp7 triliun.
Huda mengatakan, dana tersebut seharusnya dapat langsung digunakan untuk pembangunan jalur DDT di wilayah Jabodetabek yang memiliki frekuensi perjalanan kereta sangat tinggi.
"Rp7 triliun saya kira khusus untuk jalur Jabodetabek high season ini sudah langsung saja pakai pembangunan DDT untuk memisahkan jalur itu," katanya.
Baca Juga: Pengembangan Kasus Korupsi Jalur Kereta Kemenhub, KPK Periksa Dua Petinggi PT Tanjungraya Intiwira
Hingga kini masyarakat, khususnya di wilayah Bekasi, masih merasakan tingginya kepadatan perjalanan kereta yang belum teratasi secara maksimal.
Karena itu, dia meminta pemerintah segera mengeksekusi proyek tersebut, tanpa perlu pembahasan panjang lagi di DPR karena berbagai pihak telah merekomendasikan percepatan pembangunan DDT, termasuk kalangan pemerhati transportasi.
"Nah karena itu saya kira langkah-langkah ini sudah enggak perlu didiskusikan juga ke Komisi V karena rekomendasi semua pihak kan kira-kira begitu. MTI merekomendasikan sudah DDT harus secepatnya dan itu termasuk yang bikin trouble," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







