PT KAI Tutup 80 Pelintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menjalankan langkah mitigasi darurat pascakecelakaan kereta di Bekasi Timur. Termasuk membatasi kecepatan kereta jarak jauh, dan menutup puluhan pelintasan sebidang yang dinilai berbahaya.
Direktur Utama, Bobby Rasyidin, mengatakan PT KAI masih menunggu hasil investigasi akhir dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai dasar tindak lanjut resmi perusahaan.
"Kami dari PT KAI sebagai badan usaha penyelenggara sarana dalam hal ini menunggu hasil investigasi dan rekomendasi final dari KNKT yang wajib memang kami laksanakan dan tindak lanjuti," kata Bobby, dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Kronologi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Berawal dari Taksi Mogok
Meski demikian, PT KAI langsung menerapkan short term mitigation plan sehari setelah kecelakaan Bekasi Timur pada 27 April 2026. Salah satunya dengan membatasi kecepatan kereta jarak jauh (KJJ), yang melintas di jalur berhimpitan dengan lintasan KRL Commuter Line.
"Pertama adalah membatasi kecepatan untuk KJJ yang berhimpitan jalurnya dengan KRL commuter line," ujarnya.
Selain itu, seluruh kereta jarak jauh kini diwajibkan berhenti luar biasa di Stasiun Bekasi guna memastikan kondisi jalur aman sebelum perjalanan dilanjutkan. "Dan semua KJJ itu kami berhenti luar biasa di Stasiun Bekasi dan kami pastikan clear ke depan sampai blok 103 T," tuturnya.
Selain itu, PT KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan telah memulai program percepatan penanganan perlintasan sebidang sejak 5 Mei 2026. Dari hasil identifikasi awal, terdapat sekitar 1.800 perlintasan sebidang tidak terjaga yang menjadi prioritas penanganan.
"Dari 1.800 itu, 172 wajib kita tutup. Dan per hari kemarin, alhamdulillah telah kami tutup 80," katanya.
Selain penutupan, PT KAI juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk pemasangan palang pintu di lebih dari 1.638 titik perlintasan sebidang lainnya.
PT KAI bersama Ditjen Perkeretaapian juga telah melakukan inspeksi bersama di titik-titik rawan serta memulai proses pabrikasi alat keselamatan yang akan segera dipasang.
"Kami sudah melakukan joint inspection untuk 1.638 titik ini dan kami sudah melakukan pabrikasi untuk alat-alatnya. Dan segera kami akan pasang," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








