Akurat Logo

Presiden Instruksikan Siswa Belajar Bahasa Prancis, Komisi X DPR Tunggu Penjelasan Resmi Mendikdasmen

Putri Dinda Permata Sari | 29 Mei 2026, 15:56 WIB
Presiden Instruksikan Siswa Belajar Bahasa Prancis, Komisi X DPR Tunggu Penjelasan Resmi Mendikdasmen
Komisi X DPR akan memastikan posisi kebijakan pelajaran Bahasa Prancis di dalam agenda pendidikan nasional. Foto: Ilustrasi/Andalimanbooks.com

AKURAT.CO Komisi X DPR merespons Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan seluruh sekolah di Indonesia mengajarkan Bahasa Prancis kepada siswa.

Instruksi tersebut disampaikan Presiden Prabowo di hadapan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Élysée, Paris, Kamis (28/5/2026).

Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, mengatakan, pihaknya akan meminta penjelasan resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait rencana tersebut dalam rapat kerja mendatang.

"Soal kejelasan wajib belajar Bahasa Prancis di sekolah, kami tentu akan meminta Kemendikdasmen menjelaskannya pada raker dengan kami nanti. Karena sebelumnya juga sempat muncul wacana Bahasa Portugis, namun sampai sekarang belum terlihat tindak lanjut, baik dari sisi roadmap, regulasi maupun kesiapan implementasinya," jelasnya, kepada wartawan, Jumat (29/5/2026).

Menurut Lalu Hadrian, penguatan kemampuan bahasa asing sangat penting dalam menghadapi tantangan global. Namun, kebijakan pendidikan tidak boleh disusun secara tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan kesiapan sistem pendidikan nasional.

Baca Juga: Presiden Macron Terkesan Siswa Akmil Magelang Fasih Bahasa Prancis

"Kami memandang penguatan kemampuan bahasa asing memang penting. Namun kebijakan pendidikan harus disusun berdasarkan kebutuhan nasional, kesiapan tenaga pendidik, kurikulum, dan manfaat nyata bagi peserta didik," katanya.

Ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak dipersepsikan publik hanya sebagai bagian dari agenda diplomasi internasional semata.

"Jangan sampai publik melihat kebijakan ini hanya sebagai bagian dari agenda diplomasi internasional tanpa perencanaan pendidikan yang matang," ujar Lalu Hadrian.

Karena itu, Komisi X DPR akan memastikan lebih dulu posisi kebijakan tersebut dalam agenda pendidikan nasional. Apabila kesiapan implementasi belum menyeluruh, maka penerapan pengajaran Bahasa Prancis sebaiknya dilakukan secara bertahap.

"Jika kesiapan belum menyeluruh, maka penerapannya sebaiknya dilakukan secara bertahap. Sebagai mata pelajaran pilihan atau program khusus di sekolah tertentu," kata Lalu Hadrian.

Baca Juga: Diplomasi Prabowo ke Prancis Perkuat Posisi Indonesia di Mata Dunia

Presiden Prabowo meminta pelajaran Bahasa Prancis diperluas di seluruh jenjang pendidikan nasional, sebagai bagian dari penguatan kerja sama Indonesia dengan Prancis di sektor pendidikan.

Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar sekolah-sekolah di Indonesia mulai memperkuat pelajaran Bahasa Prancis untuk menyiapkan generasi muda menghadapi perkembangan global di masa depan.

Menurutnya, penguasaan bahasa asing, termasuk Prancis, menjadi semakin penting seiring eratnya hubungan kedua negara dalam berbagai bidang strategis.

Presiden Prabowo menilai kemampuan bahasa akan mendukung kesiapan generasi muda Indonesia menghadapi dinamika dunia internasional yang terus berkembang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.