Akurat Logo

Usai Dilantik Prabowo, Nanik Diharapkan Bisa Pulihkan Citra BGN dari Polemik dan Dugaan Korupsi

Ayu Rachmaningtyas | 8 Juni 2026, 23:16 WIB
Usai Dilantik Prabowo, Nanik Diharapkan Bisa Pulihkan Citra BGN dari Polemik dan Dugaan Korupsi
Kepala BGN, Nanik S Deyang.

AKURAT.CO Pelantikan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai menjadi momentum penting untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut di tengah berbagai polemik yang belakangan mencuat.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Iwan Setiawan, menilai Nanik memiliki peluang besar untuk mengembalikan citra positif BGN yang sempat tergerus oleh berbagai kontroversi, termasuk dugaan praktik korupsi yang menyeret sejumlah pihak di lingkungan lembaga tersebut.

“Sejauh ini saya melihat Bu Nanik yang masih bisa menyelamatkan citra dan sentimen positif BGN di tengah kritik dan sentimen negatif yang begitu besar terhadap BGN,” kata Iwan dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).

Menurut Iwan, penunjukan Nanik bukanlah keputusan yang dilakukan secara sembarangan.

Ia meyakini Presiden Prabowo Subianto telah melakukan berbagai pertimbangan sebelum mempercayakan jabatan tersebut kepada Nanik.

“Presiden Prabowo tidak mungkin asal menunjuk Nanik tanpa melalui proses penilaian dan pengecekan yang matang. Apalagi BGN menjalankan program prioritas nasional yang manfaatnya harus dirasakan hingga ke pelosok,” ujarnya.

Ia juga menilai Nanik masih memiliki kredibilitas yang baik karena belum dikaitkan dengan berbagai persoalan yang belakangan menjadi sorotan publik.

Baca Juga: KPK: Dugaan Korupsi MBG Sudah Kami Selidiki Sebelum Kejagung Tetapkan Tersangka

“Ibu Nanik relatif masih bersih dan belum terkontaminasi dengan dugaan praktik korupsi yang dilakukan pihak-pihak sebelumnya di BGN,” katanya.

Punya Rekam Jejak Lapangan

Iwan menilai, BGN selama ini kerap menjadi sorotan akibat sejumlah kebijakan, langkah, maupun pernyataan pimpinan sebelumnya yang menuai kritik dari masyarakat.

Menurut dia, kritik tersebut tidak hanya berkaitan dengan pernyataan kontroversial, tetapi juga sejumlah isu lain yang sempat menjadi perhatian publik.

“Mulai dari berbagai pernyataan kontroversial pimpinan sebelumnya, dugaan jual beli titik, hingga pengadaan barang bernilai fantastis yang menjadi sorotan publik,” ujarnya.

Di sisi lain, Iwan melihat Nanik memiliki pendekatan yang berbeda selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.

Ia menilai Nanik lebih aktif turun ke lapangan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar.

“Kalau melihat sepak terjang Bu Nanik selama menjadi Wakil Kepala BGN, beliau sering melakukan blusukan, survei, hingga inspeksi mendadak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Bahkan tidak ragu memberikan sanksi kepada SPPG yang tidak memenuhi standar,” tegasnya.

Karena itu, Iwan optimistis kepemimpinan Nanik dapat membawa perubahan sekaligus memperkuat tata kelola lembaga ke depan.

Pengangkatan pimpinan BGN dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala serta Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.

Baca Juga: Tak Ada Ruang Rekrut Honorer Baru, Komisi II DPR Usul Pejabat Pelanggar Diberi Sanksi

Dalam pelantikan tersebut, Presiden Prabowo melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN. Sementara Agustina Arumsari dan Trenggono dipercaya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.

Pada kesempatan yang sama, Presiden juga melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 58/P Tahun 2026.

Usai pembacaan Keppres, Presiden Prabowo memimpin pengucapan sumpah jabatan yang diikuti seluruh pejabat yang baru dilantik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.