Qodari Jawab Tuduhan Tiyo Ardianto Soal GPS Tracker: Gaya Kuno, yang Pasang Amatiran

AKURAT.CO Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menilai tuduhan terkait dugaan pemasangan GPS tracker yang disampaikan mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, tidak bisa serta merta diarahkan kepada pihak tertentu.
Menurut Kepala Bakom, Muhammad Qodari, perkembangan teknologi pelacakan saat ini sudah sangat canggih. Sehingga penggunaan alat pelacak fisik yang ditempel pada kendaraan merupakan metode yang sudah ketinggalan zaman.
Qodari mengaku tidak memiliki pemahaman teknis secara mendalam mengenai perangkat pelacak. Namun, berdasarkan informasi yang diperolehnya, teknologi pelacakan modern tidak lagi mengandalkan alat fisik yang dipasang pada kendaraan.
"Pertama, informasi yang saya dapat ya, sekarang alat-alat tracking itu sudah sangat canggih. Sehingga tidak perlu lagi pasang alat-alat tracking yang fisik, yang kuno. Yang ditempel-tempel di mobil itu (seperti) film jadul," jelas Qodari, melalui keterangannya, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, teknologi pelacakan saat ini dapat dilakukan melalui perangkat lunak sehingga keberadaan alat fisik justru menimbulkan pertanyaan mengenai siapa pihak yang memasangnya.
Baca Juga: Mahasiswa Bubarkan Diskusi di UGM, Qodari: Wajib Ada Dialog dalam Berdemokrasi
Karena itu, apabila benar ditemukan alat semacam itu, belum tentu pelakunya adalah pihak yang selama ini diarahkan dalam tuduhan.
"Yang masang ini mungkin amatiran. Karena kalau yang canggih, kalau negara sudah gak pakai teknologi itu lagi. Nah yang ketiga bukan mustahil itu juga adalah upaya adu domba sebetulnya," ujarnya.
Qodari mengatakan, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai pihak yang memasang alat tersebut.
Ia menilai Tiyo Ardianto sendiri juga belum dapat menyebut secara pasti siapa pelakunya. Sehingga tuduhan yang berkembang masih sebatas dugaan yang mengarah kepada kelompok tertentu.
"Ada tidak beliau mengatakan yang masang ini dengan pasti? Kan tidak ada. Yang ada kan insinuasi atau kecenderungan-kecenderungan untuk mengarahkan kepada kelompok tertentu," katanya.
Baca Juga: Qodari: MBG Kontrak Politik Presiden Prabowo, Tidak Bisa Diminta Langsung Berhenti
Atas dasar itu, Qodari meminta semua pihak mengedepankan asas praduga tak bersalah dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum terdapat fakta yang jelas. Ia mendorong agar dugaan tersebut dilaporkan kepada aparat penegak hukum untuk dilakukan penyelidikan secara menyeluruh.
"Ya, tidak boleh tuding sana sini kan. Ya, diinvestigasi bila perlu laporkan kepada penegak hukum untuk kemudian diselidiki. Itu sesungguhnya siapa yang memasang," ujarnya.
Lanjut Qodari, penilaian dan kesimpulan mengenai pelaku hanya dapat diberikan setelah identitas pihak yang memasang alat tersebut benar-benar diketahui melalui proses penyelidikan yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Setelah ketahuan betul yang memasang baru kemudian vonis dijatuhkan. Jangan sampai praduga bersalah, kemudian identik dengan vonis akhir. Kan itu adalah loncatan," tutupnya.
Sebelumnya, mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, mengaku dimata-matai. Ia mengaku menemukan perangkat GPS pada mobilnya, setelah terlibat dalam agenda Gejayan Memanggil di Yogyakarta, pada Sabtu (13/6/2026).
Baca Juga: Qodari Soal Demo Harga BBM: Prabowo Siapkan Berbagai Strategi Menuju Ketahanan Energi
Dalam video yang diunggah di media sosial, Tiyo menjelaskan kronologi temuan tersebut dan alasan mengapa dirinya merasa publik perlu untuk mengetahui.
"Ini ya teman-teman sekalian, ini saya menemukan GPS. Ini namanya PPX Finder karena muncul notifikasi di ponsel saya. Dipasang entah oleh siapa," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Link Nonton Piala Dunia 2026 Resmi dan Legal, Kualitas HD Bukan di Score808
- 2Di Balik Penolakan Keras Singapura ke Ekspor Satu Pintu DSI: Risiko Kehilangan Ratusan Miliar Dolar Arus Ekspor dan Devisa
- 3Prediksi Skor Uzbekistan vs Kolombia di Piala Dunia 2026: Debutan Asia Hadapi Ujian Berat dari Los Cafeteros
- 4Prediksi Skor Ghana vs Panama di Piala Dunia 2026: Duel Seimbang, Akankah Black Stars Bangkit?
- 5Prediksi Skor Belgia vs Mesir Lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 6Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Das Team Diunggulkan, Mampukah Debutan Asia Membuat Kejutan?
- 7Cara Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di TVRI dan HP via Aplikasi Streaming
- 8Prediksi Skor Prancis vs Senegal: Les Bleus Lebih Diunggulkan, Mampukah Singa Teranga Ulangi Kejutan Bersejarah?
- 9Diperiksa sebagai Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Datang Bawa Buku dan Pulpen
- 10Tarian Wanda Pere Sambut Kedatangan Wapres Gibran di Kabupaten Ende






