Akurat Logo

Demo BEM UI Bubar, Polisi Amankan Pisau dan Golok

Okto Rizki Alpino | 18 Agustus 2026, 21:25 WIB
Demo BEM UI Bubar, Polisi Amankan Pisau dan Golok
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto. - Akurat.co/Okto Rizki Alpino

AKURAT.CO Malam mulai turun di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, setelah massa aksi BEM Universitas Indonesia (UI) membubarkan diri. Jalanan berangsur lengang, tetapi polisi masih menyisakan catatan dari aksi penyampaian aspirasi hari itu.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, mengatakan aksi berlangsung aman dan kondusif. Dia mengapresiasi mahasiswa yang menyampaikan aspirasi hingga rangkaian demonstrasi berakhir.

"Pelaksanaan penyampaian aspirasi di depan umum sudah selesai dilaksanakan, berjalan aman dan kondusif," kata Budi di Bundaran HI, Selasa (18/8/2026).

Baca Juga: Demo Memanas, Wakil Ketua BEM UI Fathimah Hardik Polisi karena Pakai Mobil Komando

Di balik aksi yang berakhir tanpa kericuhan besar itu, Satgas Penegakan Hukum menemukan sejumlah benda yang dinilai berbahaya. Polisi menyita sebilah pisau yang dibawa seorang berinisial AM, dan sebuah golok yang ditemukan di ambulans.

Saat ini, polisi masih mendalami tujuan membawa kedua benda tersebut. Orang-orang yang terkait dengan temuan itu juga masih diperiksa. "Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, seluruh peserta aksi, barang-barang berbahaya, benda-benda tajam, tidak boleh dibawa pada saat melaksanakan aksi," ujarnya.

Menurutnya, benda tajam dapat membahayakan bukan hanya petugas, melainkan juga peserta aksi dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi demonstrasi. Karena itu, ia meminta peserta aksi turut menjaga suasana tetap aman dan tertib.

Mahasiswa Sempat Pingsan

Di tengah pengamanan demonstrasi, polisi dan TNI juga menangani peserta aksi yang membutuhkan pertolongan medis. Seorang mahasiswa berinisial AF sempat pingsan.

Tim gabungan TNI dan Biddokkes Polda Metro Jaya memberikan pertolongan sebelum AF dibawa menggunakan ambulans ke rumah sakit. Budi mengatakan kondisi mahasiswa tersebut telah sadar.

Penanganan peserta yang sakit atau pingsan merupakan bagian dari tugas kemanusiaan aparat selama mengawal demonstrasi. "Kehadiran TNI dan Polri gunanya adalah mengawal apabila ada yang sakit, pingsan. Kita mengawal secara bersama," kata dia.

Baca Juga: Ada Demo BEM UI, Transjakarta Alihkan Sejumlah Rute di Sudirman-Thamrin

Setelah massa meninggalkan Bundaran HI, persoalan lain muncul. Sampah masih berserakan di sekitar kawasan UOB. Budi mengatakan pembersihan lokasi menjadi tanggung jawab bersama.

Arus lalu lintas juga sempat tersendat selama aksi berlangsung. Polisi kemudian melakukan rekayasa lalu lintas, termasuk membuka jalur busway dan menyiapkan jalur alternatif.

Dia menjelaskan, alasan polisi tidak menjadikan Bundaran HI sebagai lokasi penyampaian aspirasi. Menurut dia, kawasan tersebut merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi dan transportasi Jakarta.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.