Ketua BEM FH UI Jamin Mahasiswa Akan Turun ke Jalan Lagi dalam Jumlah Lebih Besar

AKURAT.CO Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mempertanyakan makna kemerdekaan yang peringatannya baru dirayakan masyarakat. Menurut dia, kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan bangsa asing.
"Jangan-jangan besok kita dijajah oleh pemerintah kita sendiri," kata Anandaku di sela aksi mahasiswa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026) malam.
Dia menyoroti perayaan kemerdekaan pada 17 Agustus 2026 yang berlangsung ketika sejumlah warga masih menghadapi bencana dan persoalan ekonomi. Dia menyinggung kondisi warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana serta masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Baca Juga: Demo BEM UI Bubar, Polisi Amankan Pisau dan Golok
Baginya, kemerdekaan seharusnya menjamin warga dapat hidup layak. Hak atas pendidikan, rasa aman, dan kehidupan ekonomi yang baik, kata dia, merupakan bagian dari kemerdekaan.
"Apakah kita sebagai masyarakat Indonesia sudah bisa merasa aman?" ujarnya.
Dia kemudian menyinggung rasa takut masyarakat ketika berhadapan dengan aparat keamanan. Menurut dia, kemerdekaan belum sepenuhnya terwujud jika warga masih takut ketika bertemu polisi atau tentara di jalan.
Anandaku mengatakan mahasiswa akan terus menyuarakan tuntutan selama pemerintah belum menunjukkan perubahan. Ia menyinggung penanganan kasus Affan Kurniawan yang tewas terlindas kendaraan taktis polisi pada Agustus 2025, dan evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis, sebagai contoh perkara belum diselesaikan pemerintah.
"Pernyataan bahwa kita akan terus berjalan itu bukan sebuah tantangan. Itu sebuah penegasan bahwa kami akan terus bergerak ketika mereka tidak melakukan perubahan dan perbaikan," katanya.
Aksi mahasiswa pada hari ini juga diwarnai persoalan transportasi. Anandaku mengatakan, sejumlah kopaja yang sebelumnya disiapkan untuk mengangkut massa tiba-tiba membatalkan keberangkatan sejak pagi. Dia menduga ada intimidasi terhadap pengemudi, meski belum mengetahui pihak yang bertanggung jawab.
"Kami tiba-tiba di-cancel sama kopajanya. Kami juga tidak tahu kenapa," ujarnya.
Baca Juga: Demo Memanas, Wakil Ketua BEM UI Fathimah Hardik Polisi karena Pakai Mobil Komando
Anandaku berharap, para pengemudi tidak takut memperjuangkan hak mereka. Menurut dia, gerakan mahasiswa tidak hanya menyangkut kepentingan kampus, tetapi juga hak masyarakat, termasuk sopir angkutan umum.
Dia juga membuka kemungkinan aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar. Mahasiswa akan tetap turun ke jalan selama pemerintah tidak melakukan perbaikan.
"Kalau hanya tersisa kaki untuk melangkah, maka itu yang akan kami gunakan," kata Anandaku.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








