BPKN: Perlindungan Bayi dan Anak Harus Diperkuat dalam Aturan Larangan BPA

AKURAT.CO Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI menilai perlindungan terhadap bayi dan anak harus menjadi prioritas dalam penerapan ketentuan larangan Bisphenol A (BPA) pada botol bayi dan anak di bawah tiga tahun.
Regulasi tersebut dinilai perlu diterapkan secara konsisten dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta kepentingan terbaik konsumen.
Ketua BPKN RI, Muhammad Mufti Mubarok, mengatakan, penguatan aturan mengenai BPA pada 2026 perlu dilihat sebagai bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan, kajian risiko, teknologi, serta standar perlindungan konsumen.
“Regulasi pada dasarnya memang harus mengikuti perkembangan bukti ilmiah dan prinsip kehati-hatian,” kata Mufti, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, persoalan utama bukan semata-mata mengenai alasan ketentuan terkait BPA baru diperkuat pada 2026.
Hal yang lebih penting adalah memastikan standar perlindungan tersebut benar-benar diterapkan setelah regulasi diberlakukan.
“Yang lebih penting adalah memastikan bahwa ketika terdapat indikasi risiko terhadap kelompok yang sangat rentan seperti bayi dan anak, negara hadir dengan regulasi yang kuat, transparan, berbasis bukti ilmiah, dan memberikan kepastian kepada masyarakat maupun pelaku usaha,” ujarnya.
Mufti menegaskan bayi dan anak merupakan kelompok konsumen yang membutuhkan tingkat perlindungan lebih tinggi.
Karena itu, setiap kebijakan mengenai bahan yang bersentuhan dengan pangan atau minuman untuk bayi harus mengutamakan prinsip kehati-hatian.
“Jangan sampai konsumen harus menunggu sampai muncul banyak kasus atau dampak kesehatan terlebih dahulu baru kemudian regulasi diperketat,” tegasnya.
Masa Transisi Jangan Jadi Celah
Mufti mengatakan, BPKN mengapresiasi perkembangan regulasi yang terus menyesuaikan diri dengan ilmu pengetahuan.
Namun, proses transisi menuju penerapan aturan baru tidak boleh menciptakan celah dalam perlindungan konsumen.
“Yang penting adalah masa transisi tidak boleh menjadi ruang kosong perlindungan konsumen,” katanya.
Baca Juga: Kabar Baik, Guru PPPK Penuh Waktu Bisa Ikut Seleksi CPNS Mulai 2027
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









