Ganjar Siasatkan Bentuk KPI Kabinet untuk Awasi Kinerja Menteri

AKURAT.CO Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mengaku akan membuat indikator kinerja utama atau key performance indicator (KPI) di kabinet yang akan ia bentuk jika menang sebagai presiden.
KPI terserbut akan menjadi alat untuk menilai menteri-menteri yang menurut masyatakat kurang kompeten, dan akan direshuffle atau dipecat oleh Ganjar.
Ganjar mensiasatkan hal tersebut dalam dialog capres yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2024).
Awalnya, politikus PDIP itu bercerita pengalamannya memimpin Jawa Tengah sebagai gubernur selama dua periode. Saat itu, menurut Ganjar, tak sedikit bawahannya yang dinilai tidak kompeten saat bekerja.
Baca Juga: Ganjar Akan Dorong UMKM Naik Kelas, Jadikan Duta Besar Sebagai Pemasar Produk Lokal
"Hal-hal yang sepele, tapi buat rakyat itu enggak selesai selesai, maka kita juga harus ngurusi sepele dan kita menjadi koreksi kita sebagai pemerintah bahwa, 'Eh, kamu tidak menjalankan yang bagus," kata Ganjar, dalam paparannya.
Dari situ lah, Ganjar berpendapat bahwa jalan keluarnya adalah pemimpin tertinggi di daerah tersebut mesti turun tangan. Ia pun kemudian memanggil pejabat yang dimaksud dan persoalan selesai.
Maka dari itu, berkaca dari pengalamannya memimpin Jateng, Ganjar akan melakukan hal yang sama sebagai presiden. Masyarakat akan melaporkan menteri yang tak kompeten ke aplikasi bernama Government Super Apps.
"Lapor, saya punya dashboardnya. Oh ini, kalian enggak bisa (kerja). Jadi kalau dia (menteri) enggak perform, yang nilai masyarakat lho ya. Bukan saya," katanya.
Dengan begitu, Ganjar tidak akan segan-segan memanggil partai pengusung menteri tersebut untuk mengganti dengan orang yang lebih baik.
"Maka, halo partai pengusung, tolong ganti. Tarik!" pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







