Akurat
Pemprov Sumsel

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Soroti Gaya Hidup Remaja yang Konsumtif, Bikin Pinjol Makin Marak

Yusuf | 14 Mei 2025, 15:50 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Soroti Gaya Hidup Remaja yang Konsumtif, Bikin Pinjol Makin Marak

AKURAT.CO Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan keprihatinannya terhadap tingginya kasus pinjaman online (pinjol) di wilayahnya. Menurutnya, salah satu pemicu utama adalah tingginya konsumsi untuk berbagai kegiatan anak muda. Hal ini disampaikan Dedi usai mendampingi Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, saat kunjungan ke SMAN 2 Purwakarta, Rabu (14/5/2025).

“Jawa Barat saat ini tercatat sebagai daerah dengan angka pinjol tertinggi. Salah satu penyebabnya adalah kebutuhan konsumtif untuk kegiatan anak-anak, seperti beli ponsel, bayar cicilan motor, perpisahan sekolah, hingga studi tur,” ujar Dedi.

Baca Juga: Masih Marak Aduan Soal Pinjol, Komisi XI Persoalkan Efektivitas Program Literasi Keuangan

Kebijakan peniadaan acara seperti wisuda dan studi tur yang sempat menuai pro-kontra, menurutnya, justru diambil demi meredam budaya konsumtif yang kerap mendorong masyarakat berutang. Dia menilai ada pola pikir di masyarakat yang perlu dibenahi, yakni kebiasaan memaksakan diri tampil mewah meski harus berutang. “Budaya ‘asal terlihat mampu, walau utang’ masih melekat dan ini yang harus kita ubah bersama,” tegasnya.

Dedi juga menyadari bahwa pengawasan langsung terhadap 50 juta warga Jabar yang memiliki akses ke gadget tidaklah realistis. Karena itu, pendekatan edukatif dan regulatif menjadi pilihan utama. Dia menyebutkan, Pemprov Jabar telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang penggunaan gawai dan digitalisasi yang aman untuk anak.

“Sosialisasi terus dilakukan secara digital, termasuk lewat akun pribadi saya. Masyarakat bisa akses langsung informasi mengenai kebijakan ini,” kata Dedi.

Baca Juga: Remaja Terlibat Gangster, Dedi Mulyadi Ingin Pendidikan Barak Militer Diterapkan

Dengan langkah-langkah ini, Dedi berharap masyarakat bisa lebih bijak dalam mengatur keuangan dan tidak lagi terjebak dalam pola konsumsi yang mendorong penggunaan pinjaman online secara tidak sehat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
R