Apa Itu Blood Moon? Ini Penyebab Bulan Berwarna Merah Saat Gerhana Total

AKURAT.CO Istilah blood moon makin familiar di kalangan pengamat langit dan masyarakat umum, terutama saat fenomena gerhana bulan total terjadi.
Meski terdengar mistis, blood moon adalah istilah populer untuk menjelaskan bagaimana bulan berubah warna menjadi merah saat gerhana terjadi.
Apa Itu Blood Moon?
Dikutip dari Time and Date, blood moon merupakan sebutan populer, bukan istilah ilmiah formal untuk sebuah fenomena ketika bulan tampak berwarna merah selama peristiwa gerhana bulan total. Astronom menggunakan istilah total lunar eclipse untuk menjelaskan peristiwa ini.
Baca Juga: Gerhana Bulan Total Terjadi Saat Ramadan 2026, Ini Jadwal dan Lokasinya di Indonesia
Dalam gerhana bulan total, posisi Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar sehingga bulan berada sepenuhnya di dalam bayangan gelap Bumi yang disebut umbra. Cahaya Matahari yang biasanya langsung mengenai bulan justru tertahan, sementara sebagian cahaya berwarna merah dibiaskan melalui atmosfer Bumi sehingga memantul ke permukaan bulan dan memberikan warna merah atau oranye.
Mengapa Bulan Bisa Berwarna Merah?
Dikutip NASA Science, fenomena warna merah pada blood moon dijelaskan oleh proses hamburan Rayleigh, yakni cara atmosfer Bumi menyebarkan cahaya. Cahaya Matahari terdiri dari spektrum warna, dan ketika melewati atmosfer Bumi, cahaya biru lebih mudah tersebar ke udara sedangkan cahaya merah tetap bertahan dan dibiaskan ke arah bulan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










