AKURAT.CO Pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD belum mampu menjadi idola pemilih muda. Sekalipun keduanya merepresentasikan dua kekuatan nasionalis-agamis, tingginya tingkat keterpilihan pemilih pemula dan pemilih muda perlu diuji.
Peneliti BRIN, Wasisto Raharjo Jati menyebut, penggunaan media sosial (medsos) untuk menjangkau pemilih muda yang populasinya pada Pilpres 2024, lebih dari 60 persen, belum cukup. Artinya, dibutuhkan pendekatan lain untuk meyakinkan mereka.
“Kelemahan pasangan ini tentu adalah, bagaimana mereka mendekati anak muda secara langsung, karena pendekatan sosial media belum tentu menjamin,” kata Wasisto, kepada Akurat.co, di Jakarta, Jumat (20/10/2023).
Baca Juga: Berkas Dinyatakan Lengkap, Ganjar-Mahfud Cek Kesehatan Di Hari Santri
Wasis mengakui di atas kertas, pasangan keduanya bisa jadi yang terkuat dibanding pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin). Sementara capres Prabowo Subianto, belum menetapkan cawapres dan mendaftar ke KPU.
Sekalipun begitu, kombinasi kekuatan Ganjar-Mahfud belum meyakinkan dapat menjangkau seluruh segmen pemilih. Khusus pada segmentasi pemilih muda, Wasis menganggap, kalangan tersebut membutuhkan aksi nyata yang membuktikan kepedulian terhadap isu-isu yang dekat dengan kehidupan mereka, dibanding sosialisasi melalui medsos.
Baca Juga: Unggul Di Pemilih Muda Dan Buruh, Prabowo Layak Jadi Suksesor Jokowi
Survei Litbang Kompas pada Oktober 2023 menempatkan Ganjar sebagai capres dengan elektabilitas 31 persen favorit Gen Z. Namun hanya terpaut 2,8 persen dari Prabowo yang memiliki tingkat keterpilihan 28,2 persen.
Sedangkan pada segmen pemilih milenial, elektabilitas Prabowo tertinggi (28 persen) mengalahkan Ganjar (23,8 persen).
Baca Juga: Pertama Kali Dalam Sejarah, Pemilu Didominasi 52 Persen Pemilih Muda
Data Survei and Polling Indonesia (SPIN) yang dilakukan periode 29 September-7 Oktober 2023, Prabowo unggul sangat signifikan pada kalangan Gen Z dengan elektabilitas 38,4 persen mengalahkan Ganjar dengan elektabilitas 25,1 persen.
Ketika mendaftar ke KPU, Jakarta, Kamis (19/10/2023), Ganjar mengaku sudah memiliki strategi untuk menarik simpati pemilih muda. Strategi yang dimaksud antara lain melibatkan kalangan muda dalam tim pemenangan.
“Saya mengajak mereka, saya melamar mereka, untuk terlibat yang tergabung dalam komunitas-komunitas yang hebat, yang cerdas yang ingin mengambil peran, berkontribusi mewakili kelompoknya. Ada yang milenial, Gen Z, komunitas penyandang disabilitas, kelompok perempuan, anak-anak muda, mereka ingin semua terlibat,” kata Ganjar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









