Istana Tepis Wara-wiri Jokowi Politis, Tak Terkait Pemilu

AKURAT.CO Istana menepis aksi wara-wiri Presiden Jokowi dengan melakukan kunjungan ke dalam maupun luar negeri bukan politis. Kepala Staf Presiden Moeldoko meminta kunjungan kerja (kunker) Presiden Jokowi tidak dikaitkan dengan elektoral kandidat tertentu pada Pemilu 2024.
Moeldoko menegaskan agenda kunker Jokowi sudah dijadwalkan sejak jauh-jauh hari. Sekalipun kegiatan kunker semakin padat, Moeldoko menilai hal itu tidak terkait urusan pemilu.
"Presiden itu sudah menghitung selama 10 tahun sudah berkunjung ke mana saja, sudah dihitung," kata Moeldoko, di Kantor KSP Jakarta, Senin (15/1/2024).
Baca Juga: Isu Pemakzulan Berembus, Istana Bereaksi
Menurutnya, Jokowi perlu blusukan untuk memastikan jalannya program pemerintah. Termasuk memantau kenaikan harga-harga sembako.
Eks Panglima TNI juga menyebut kunker merupakan tradisi yang telah dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya.
"Jadi apakah itu konteksnya pemilu? Enggak ada berbicara itu. Sama sekali enggak pernah terucap dari presiden,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








