Begini Kiat Cak Imin Hindari Konflik dengan Masyarakat Adat
Citra Puspitaningrum | 21 Januari 2024, 22:42 WIB

AKURAT.CO Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar, mengatakan bahwa pemerintah harus melibatkan masyarakat adat dalam setiap pengambilan keputusan dalam program strategis nasional (PSN).
Hal itu diutarakannya dalam debat cawapres putaran kedua yang digelar di JCC, Senayan, Minggu (21/1/2024) malam.
Menurut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, banyak terjadinya konflik antara pemerintah saat melaksanakan PSN dengan masyarakat adat akibat kurangnya pendekatan.
"Salah satu upaya kita agar tidak terjadi konflik antara proyek pembangunan nasional, terutama PSN dengan masyarakat adat, kita harus betul-betul punya prinsip tidak ada satupun yang ditinggalkan dalam mengambil keputusan. Libatkan itu masyarakat adat," jelas Cak Imin.
Melibatkan masyarakat adat dalam setiap pengambilan keputusan sama halnya dengan menghormati keberadaan mereka.
Karenanya pemerintah harus mendengar dan mengikuti keinginan masyarakat adat dalam setiap proses pembangunan.
"Menghormati masyarakat adat bukan memakai pakaian adat setahun sekali pas 17 Agustus, bukan. Menghormati masyarakat adalah memberikan ruang, hak ulayat mereka, hak budaya mereka, hak spiritual mereka, hak dan kewenangan mereka menentukan cara membangun," Cak Imin memaparkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







