Bawaslu Harus Tindak Pose Dua Jari di Mobil Kepresidenan, Pengamat: Apakah Pejabat Negara atau Bukan?

AKURAT.CO Acungan dua jari dari mobil kepresidenan saat kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Salatiga, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu viral di media sosial.
Adapun santer diberitakan, pose dua jari tersebut merupakan pose dari Ibu Negara, yakni Iriana Jokowi, yang kebetulan mendampingi kunjungan kerja Jokowi.
Pengamat politik dari Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti, mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), untuk segera menindak kejadian tersebut.
“Bawaslu segera menuntaskan kasus ini. Meminta keterangan sesegera mungkin siapa yang mengacungkan dua jari dari mobil kepresidenan. Apakah ia pejabat negara atau tidak. Jangan dijadikan sekedar polemik oleh ketua Bawaslu,” kata Ray kepada Akurat.co, di Jakarta, Minggu (28/1/2024).
Baca Juga: Gibran: Indonesia Punya Energi Luar Biasa, Energi Anak Muda
Peristiwa yang sudah terjadi hampir seminggu yang lalu itu memang belum ditindak tegas oleh Bawaslu. Maka dari itu, Ray meminta Bawaslu segera memberikan progres penanganan kasus tersebut.
“Setidaknya ada dua dugaan pelanggaran dalam kasus ini. Satu, mengacungkan jari untuk simbol nomor urut capres/cawapres. Dua, penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye,” ujar Ray.
“Tidak dilihat apakah pelakunya pejabat negara atau bukan. Atas dua pilihan ini, Bawaslu belum terlihat bergerak,” sambungnya.
Ray mengaku geram dengan Bawaslu, sebab kasus yang sudah terjadi beberapa waktu lalu tersebut akan habis masa batas waktunya, namun Bawaslu tetap belum bertindak.
“Penanganan dugaan pelanggaran pemilu itu punya batas waktu. Bawaslu hendaknya segera bertindak sebelum batas waktu dimaksud terlampaui. Sebab, jika sudah terlampaui, kasusnya sudah tidak bisa ditangani,” pungkas Ray.
Sebelumnya, Bawaslu mengaku pihaknya akan menelusuri soal dugaan aksi pejabat negara yang melakukan pose dua jari di mobil kepresidenan beberapa waktu lalu.
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja menyatakan, selain melihat fasilitas negara yang digunakan, pihaknya juga perlu mengetahui sosok yang melakukan aksi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









