DPR Satu Tarikan Napas dengan Gerakan Kampus Kritik Jokowi

AKURAT.CO Ketua DPR Puan Maharani memastikan parlemen tidak diam dalam menyikapi gelombang kritik dari kampus yang menyasar Presiden Jokowi. DPR mendukung civitas akademika yang aktif melakukan gerakan moral.
Menurut Puan, kritikan kampus menekankan pada pelaksanaan Pemilu 2024 yang jujur, adil dan bebas intimidasi. DPR berada dalam satu tarikan napas mengenai hal itu.
"Biarkan rakyat menilai, biarkan rakyat yang memilih pemimpin yang akan datang tanpa intimidasi," kata Puan, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (6/2/2024).
Baca Juga: Wapres Dorong Pemerintah Dengar Kritikan Kampus
Puan juga meminta rakyat tak dibungkam dalam menyampaikan aspirasi. Rakyat harus dibiarkan memberi penilaian terhadap pelaksanaan pemilu.
Dia menganggap suara kritik dari kampus melalui petisi maupun suasana keprihatinan mewakili aspirasi publik luas. Pesta demokrasi yang bakal digelar dalam hitungan hari ke depan, harus menjadi hajatan rakyat.
“DPR akan selalu mendorong, mendukung bahwa pemilu ini harus berjalan dengan jujur, adil," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








