2 Kelompok Massa Kepung Kantor KPU, Ada yang Pro Hingga Tuntut Pilpres 2024 Diulang

AKURAT.CO Dua kelompok massa aksi berbeda tuntutan kepung kantor KPU RI di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat. Massa aksi yang mengatas namakan 'Gerakan Masyarakat Sipil' menuntut penyelenggaraan Pilpres 2024 diulang karena disinyalir syarat dengan kecurangan.
"KPU harus mengulang Pilpres karena ini hasil pemilu tidak masuk akal. Banyak sekali kecurangan," kata orator dari atas mobil komando, Jumat (23/2/2024).
Baca Juga: Real Count KPU Sudah 75 Persen, TKN Yakin Suara Prabowo-Gibran Stabil Sampai Akhir
Salah satu yang disorot ialah adanya praktik kotor yang mencedarai demokrasi yakni dengan membagikan uang tunai dan bantuan sosial berupa sembako untuk memilih pasangan calon nomor urut 2.
"Berdasarkan bukti, indikasi dan dugaan kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis dan masif itu, kami meminta dengan penuh kesadaran dan keyakinan menolak hasi pemilu," ujarnya.
Selain itu, Gerakan Masyarakat Sipil juga menilai pelaksanaan Pemilu serentak 2024, khususnya Pilpres sudah tidak akuntabel karena ada campur tangan dari penguasa yakni Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Sudah Jokowi, sudah. Jangan lagi cawe-cawe. Kasihan bangsa kita, kita menolak politik dinasti," ucapnya lantang.
"Turun Hasyim Asy'ari turun, temui kami. Kami menuntut hasil Pilpres diulang karena tidak sesuai dengan fakta di lapangan," sambungnya.
Situasi sempat memanas, ketika massa aksi yang mendukung KPU ikut melakukan aksi mendukung kinerja KPU sebagai penyelenggara Pemilu 2024. Demonstran yang didominasi oleh mahasiswa ini membentangkan spanduk dan poster bertuliskan "terimakasih KPU & Bawaslu RI sudah menjaga pemilu 2024 dengan damai".
Pantauan di lokasi, massa aksi menolak hasil Pilpres 2024 sempat membakar ban sebagai bentuk protes karena para anggota KPU RI tidak mau menemui mereka yang sudah menunggu sejak pukul 14.00 WIB.
Baca Juga: Ganjar Desak KPU Akui Kegagalan Sirekap: Hari Gini Enggak Mau Ngaku Salah
Imbas demo di depan kantor KPU RI, arus lalu lintas di Jalan Imam Bonjol menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI) tidak dapat dilalui kendaraan. Aparat kepolisian menutup ruas Jalan Imam Bonjol menggunakan barier beton dan melakukan penjagaan dengan ketat dengan menempatkan barak kuda.
Hingga berita ini ditulis, demo dia kelompok berbeda tujuan ini masih berlangsung. Aksi bakar ban masih terus dilakukan dan mengakibatkan kepulan asap menutupi sekitaran kantor KPU RI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






