Akurat
Pemprov Sumsel

Habiburokhman Sebut Pernyataan Hasto Seperti Nyinyiran Nenek-nenek

Paskalis Rubedanto | 26 Maret 2024, 15:29 WIB
Habiburokhman Sebut Pernyataan Hasto Seperti Nyinyiran Nenek-nenek

AKURAT.CO Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, menyebut pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, seperti nyinyiran nenek-nenek.

Hal itu disebut Habiburokhman, usai merespons perkataan Hasto soal pemilu dipenuhi oleh politisasi bansos yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dia mengatakan, Hasto merupakan salah satu elite partai politik yang belum melupakan pemilu, alias belum move on.

“Saya enggak ngerti ya pak Hasto ya, mungkin ini salah satu dari segelintir elite yang belum move on, ada persoalan apa di hati sanubari beliau,” ucap Habibur kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (26/3/2024).

Baca Juga: Habiburrokhman Duga Kritik Najwa Shihab Terhadap DPR Mengandung Motif Tertentu

Habibur menilai, pernyataan Hasto kebanyakan adalah pernyataan tanpa bukti, sehingga seperti nyinyiran yang tidak argumentatif.

“Karena narasi-narasi yang pak Hasto sampaikan adalah narasi tanpa bukti, narasi tanpa argumentasi yang kuat seperti nyinyiran nenek-nenek, tapi ya enggak apa-apa lah, nenek-nenek kan kita hormati, apapun itu kita hormati, Pak Hasto, nenek-nenek, kita hormati,” demikian Habibur.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto menyebut, bukanlah Jokowi Effect yang berdampak pada hasil Pemilu 2024, melainkan karena bantuan sosial atau bansos yang gencar diberikan pemerintah menjelang hari pencoblosan.

Baca Juga: Hak Angket Diharapkan Bisa Ungkap Dugaan Politisasi Bansos di Pilpres 2024

Hasto pun menepis anggapan bahwa kemenangan PDI-P dalam pileg 2024 karena adanya efek Jokowi. Menurut dia, kemenangan PDI-P dalam pileg 2024 karena kekuatan kolektif seluruh kader yang menyatu dengan rakyat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.