Tim AMIN Tuding Bansos Jokowi Wujud Intervensi Pemerintah untuk Genjot Suara Prabowo-Gibran

AKURAT.CO Anggota Tim Hukum Nasional Anies-Muhaimin (AMIN), Bambang Widjojanto menyinggung bantuan sosial (bansos) Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sidang perkara hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK).
Sebab, Jokowi membagikan bansos secara besar-besaran saat mengunjungi 15 daerah di Jawa Tengah. Hal itu menjadi sorotan karena dilakukan beberapa waktu jelang pencoblosan Pilpres 2024.
Baca Juga: Mendag Zulhas Buka Suara di DPR Soal Isu Pembagian Bansos Saat Pemilu
Dia mengatakan, bansos Jokowi tersebut telah mempengaruhi tingginya perolehan suara paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming di Pilpres 2024.
"Kunjungan Pak Jokowi di Jawa Tengah ada lebih dari 15 (daerah) dan di daerah itu bansosnya luar biasa. Intervensi terhadap aparaturnya juga luar biasa, dan kenaikan perolehan angka paslon 02 juga luar biasa," kata Bambang saat sidang di MK, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2024).
Bambang menuding, pemberian bansos ini menjadi salah satu upaya intervensi yang dilakukan pemerintah untuk memenangkan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.
"Berdasarkan riset ini, dapat ditentukan bahwa intervensi bansos, penggunaan aparat negara, itu mempengaruhi peningkatan suara," ucapnya.
Baca Juga: Hak Angket Diharapkan Bisa Ungkap Dugaan Politisasi Bansos di Pilpres 2024
Dia mencatat, intervensi semacam itu tidak hanya terjadi di Jawa Tengah. Hal ini yang menjadi penyebab perolehan suara Prabowo-Gibran juga naik di sejumlah daerah lainnya, seperti di Sulawesi Utara, yakni mencapai 75,39 persen.
Padahal, perolehan suara Prabowo di daerah tersebut sebelum adanya intervensi Jokowi hanya mencapai 9,01 persen saat Pilpres 2019. Begitu juga dengan Pilpres 2014 yang hanya 21,91 persen.
"Artinya terjadi penaikan 66,38 persen dan kami meyakini angka itu terjadi bukan karena kehebatan pemilih di dalam memilih calon terbaiknya, tetapi ada intervensi yang luar biasa terhadap bansos, dari bansos, kunjungan-kunjungan dan sebagian aparatur," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







