Akurat
Pemprov Sumsel

Ormas Golkar Masif Dukung Airlangga Jadi Ketum Lagi, Idrus Marham: Sangat Realistis

Atikah Umiyani | 4 April 2024, 09:24 WIB
Ormas Golkar Masif Dukung Airlangga Jadi Ketum Lagi, Idrus Marham: Sangat Realistis

AKURAT.CO Banyaknya dukungan kepada Airlangga Hartarto untuk menjabat kembali sebagai Ketua Umum Partai Golkar melalui musyawarah nasional (munas) dianggap sebagai suatu hal yang wajar.

Ketua Dewan Pembina Bappilu Partai Golkar, Idrus Marham menilai, dukungan tersebut sangat realistis karena Airlangga dianggap berhasil dalam memimpin Partai Golkar.

"Gak ada masalah kan, kan begini, munculnya dukungan kepada Pak Airlangga itu adalah sangat realistis. Kenapa? Karena pasti seluruh kader menilai bahwa kepemimpinan Airlangga ini berhasil," kata Idrus di Jakarta, Kamis (4/4/2024).

Baca Juga: Mudah! Begini Cara Pesan dan Cek Lokasi Penukaran Uang Baru Online 2024

Idrus mengatakan, keberhasilan itu dilihat dari perolehan suara Golkar dalam Pemilu 2024 yang naik sangat signifikan. Begitu juga dengan perolehan kursi di DPR RI.

"Nah karena pak Airlangga dianggap berprestasi, maka tentu ada respon positif dari seluruh keluarga besar masih menginginkan. Itu wajar saja," ujarnya.

Sebaliknya, Idrus justru heran jika ada kader yang tidak mendukung Airlangga atas keberhasilan yang telah dibuatnya.

"Saya kira yang tidak menginginkan itu malah tidak wajar. Kenapa? Karena berarti tidak menghargai prestasi orang," tuturnya.

Baca Juga: Tim Hukum 03 Kritisi Bawaslu, Todung: Perlu Kita Tinjau Keberadaannya

Sebelumnya, organisasi pendiri Partai Golkar, PPK Kosgoro 1957 secara resmi sudah memberi dukungan kepada Airlangga untuk kembali jadi ketum Golkar melalui munas Desember mendatang.

Dukungan itu kemudian diikuti Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) dan Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) yang mendorong Airlangga untuk jadi Ketum Golkar Periode 2024-2029.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.