DPR Sebut Perubahan UU Kementerian akan Dilakukan Sesuai Kebutuhan Pemerintahan Prabowo-Gibran

AKURAT.CO Ketua DPP Partai Golkar, sekaligus anggota DPR Komisi VIII, Ace Hasan Syadzily, menyebut Undang-Undang tentang Kementerian memang bisa saja diubah sesuai dengan kebutuhan pemerintahan.
Hal itu diungkap Ace merespons kemungkinan perubahan UU Kementerian untuk kepentingan tambahan nomenklatur di kabinet presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
"Saya kira memang yang namanya UU itu harus sesuai dinamika dan kebutuhan pemerintahan. Karena tantangan yang dihadapi pemerintahan tentu dari periode ke periode bisa jadi berbeda-berbeda,” kata Ace kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/5/2024).
“Karena itu fleksibilitas UU di dalam mengakomodasi apa yang menjadi visi misi presiden terpilih tentu harus dibuka secara lebar,” tambah Ace.
Ace mencontohkan beberapa poin UU Kementerian yang sempat disesuaikan dengan kebutuhan pemerintahan, seperti pasca-Covid-19, dimana kementerian lebih dititikberatkan ke aspek ekonomi.
Atau pada saat krisis iklim, sehingga kementerian lebih difokuskan pada persoalan lingkungan dan sejenisnya.
“Ini semua tentu harus diakomodasi di dalam UU Kementerian, supaya kementerian tersebut memang bisa mengakomodasi bukan hanya aspek politis, tapi juga aspek kebutuhan teknokratis di mana negara menghadapai tantangan yg saya sampaikan tadi,” beber Ace.
Baca Juga: Axa Mandiri Catatkan Pertumbuhan Premi dari Nasabah Baru Sebesar 5,2 Persen di 2023
Sebagai informasi, Prabowo-Gibran dikabarkan akan membentuk kabinet gemuk dimana berisi 40 menteri.
Padahal seharusnya, jika berdasarkan Undang-Undang Kementerian, jumlah menteri di Indonesia dibatasi maksimal 34 orang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







