Penguatan Pengawasan Partisipatif untuk Jaga Integritas Pemilu, Bawaslu Soroti Tantangan dan Peluang

AKURAT.CO Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, menegaskan pentingnya memperkuat program pengawasan partisipatif guna menjaga integritas pemilu dan pilkada di masa depan.
Meski implementasi program ini telah menunjukkan perkembangan signifikan, Lolly mengungkapkan bahwa penerapannya masih belum sepenuhnya berkelanjutan di seluruh daerah.
"Bawaslu berharap pengawasan partisipatif tidak hanya meningkatkan partisipasi masyarakat, tetapi juga memperkuat integritas pemilu dan pilkada," ujar Lolly, Kamis (19/12/2024).
Lolly menekankan, kolaborasi antara masyarakat dan lembaga terkait diperlukan untuk menciptakan proses pemilihan yang lebih transparan dan akuntabel.
"Dengan keterlibatan semua pihak, demokrasi di Indonesia dapat berkembang lebih baik," tambahnya.
Namun, Manajer Riset dan Program The Indonesian Institute (TII), Arfianto Purbolaksono, mengungkapkan sejumlah tantangan yang masih menghambat efektivitas pengawasan partisipatif.
Berdasarkan kajian akhir tahun TII, hambatan utama meliputi perbedaan pemahaman antar-Bawaslu daerah, keterbatasan anggaran, dan kekurangan tenaga kerja.
"Tantangan lainnya adalah sikap pengawas ad hoc yang cenderung money-oriented serta struktur birokrasi yang hierarkis dan lambat dalam menindaklanjuti laporan pelanggaran masyarakat," jelas Arfianto.
Sementara itu, perkembangan teknologi informasi membuka peluang baru dalam pengawasan pemilu.
Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Kaka Suminta, menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan media sosial untuk mendeteksi hoaks atau pola kampanye negatif.
Baca Juga: 8 Kualitas Hebat yang Membuat Orang Tetap Tenang Saat Dunia Berantakan
"Penggunaan AI untuk mendeteksi hoaks menjadi isu krusial, mengingat dinamika pengawasan pemilu yang semakin kompleks," ujar Kaka.
Dengan memaksimalkan teknologi dan menyelesaikan hambatan yang ada, pengawasan partisipatif diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









