Akurat
Pemprov Sumsel

Pejabat Negara Harus Perbaiki Komunikasi Publik, Jaga Kepercayaan Masyarakat

Paskalis Rubedanto | 28 Maret 2025, 11:42 WIB
Pejabat Negara Harus Perbaiki Komunikasi Publik, Jaga Kepercayaan Masyarakat

AKURAT.CO Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mengingatkan para pejabat tinggi negara agar lebih memperhatikan komunikasi publik, guna menjaga citra positif Presiden Prabowo Subianto dan pemerintahan yang dipimpinnya.

Bamsoet yang juga mantan Ketua MPR RI menilai, komunikasi publik penting untuk dijaga agar kepercayaan masyarakat kepada pemerintah tetap terjaga dalam situasi apapun.
 
"Kita harus menyadari bahwa keputusan dan pernyataan publik dari pejabat tinggi negara akan selalu berimplikasi pada citra kepemimpinan Presiden. Jika komunikasi publik dilakukan secara komunikatif, melayani dan mengayomi, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan tetap terjaga," katanya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (28/3/2025).

Baca Juga: Bahlil Dukung Komunikasi yang Baik ke Masyarakat: Agar Tak Ada Informasi yang Dipelintir
 
Politisi senior Partai Golkar ini mengatakan, setiap kebijakan dan pernyataan pejabat tinggi negara memiliki dampak langsung terhadap persepsi masyarakat terhadap presiden dan pemerintah. 

"Karena itu komunikasi yang dijalankan dengan baik dan produktif akan membuat citra pemerintahan yang semakin positif. Sebaliknya, jika komunikasi kurang baik atau melanggar azas kepatutan, maka citra presiden bisa terdampak negatif," ucap dia.
 
Dia juga mengingatkan, dalam hitungan hari, Presiden Prabowo telah dua kali mengingatkan jajaran pembantunya untuk memperbaiki komunikasi dengan publik.
 
Pertama, dalam sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, tanggal 21 Maret 2025. Hal yang sama kembali diingatkan Presiden, saat memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Istana Kepresidenan Jakarta, tanggal 24 Maret 2025.
 
"Ketika presiden sampai dua kali mengingatkan hal itu, mudah untuk dibuat kesimpulan bahwa presiden telah mendengarkan keluhan publik tentang belum efektifnya komunikasi para pejabat tinggi negara dengan masyarakat," urainya.
 
Menurutnya, setiap kebijaksanaan dan inisiatif baru hingga ragam keputusan pemerintah sudah barang tentu tidak bisa memuaskan semua elemen masyarakat.

Baca Juga: Ekonomi RI Penuh Tantangan, Luhut: Komunikasi Efektif dan Rumuskan Masalah dengan Baik
 
"Mereka yang tidak puas pasti akan menyuarakan kritik, dalam dinamika seperti itulah para pejabat tinggi negara didorong tampil ke depan untuk memberi penjelasan dengan penuh kebijaksanaan, tanpa sikap atau perilaku yang emosional," tuturnya.
 
Agar terbangun komunikasi dua arah yang sehat dan produktif, para pejabat tinggi negara diharapkan menyajikan penjelasan atau pernyataan publik yang komunikatif, dilandasi semangat melayani dan mengayomi. 

"Dengan pernyataan publik yang komunikatif dan konstruktif, para pejabat merawat citra positif presiden dan seluruh jajaran pemerintah," tutup Bamsoet.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.