Akurat
Pemprov Sumsel

Kongres PDIP Diprediksi Putuskan Dukung Pemerintah Meski Tak Gabung Koalisi

Paskalis Rubedanto | 11 Mei 2025, 16:38 WIB
Kongres PDIP Diprediksi Putuskan Dukung Pemerintah Meski Tak Gabung Koalisi

AKURAT.CO PDIP diprediksi akan mengambil sikap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, meskipun belum tentu bergabung secara formal dalam koalisi. 

Hal itu akan terlihat dalam Kongres ke-6 PDIP yang dikabarkan akan digelar pada Juni mendatang.

"Saya menduga PDIP akan tetap berada di luar pemerintahan, tidak bergabung. Meski di luar, PDIP akan mendukung berbagai kebijakan Presiden Prabowo," kata Pengamat politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Lili Romli, saat dihubungi Akurat.co, Minggu (12/5/2025).

Dia menilai, dukungan tersebut sangat mungkin diberikan karena kesamaan ideologis antara Prabowo dan PDIP, khususnya dalam hal program-program yang berpihak pada rakyat kecil.

Baca Juga: Kongres PDIP Dinilai Hanya Formalitas, Megawati Dipastikan Kembali Pimpin Partai

"Ini karena bukan hanya secara pribadi dekat dengan Prabowo tapi secara ideologi programnya sama dengan PDIP yang berpihak pada rakyat kecil," ujarnya.

Dia menyinggung pernyataan Megawati Soekarnoputri dalam pidatonya beberapa waktu lalu, yang menyebut ada presiden yang kerap merindukan nasi goreng racikannya. Publik menduga kuat bahwa yang dimaksud adalah Prabowo Subianto.

"Saya kira apa yang disampaikan Ibu Megawati itu bisa diinterpretasikan bahwa hubungan dengan Pak Prabowo sangat baik dan dekat, tidak ada perbedaan apalagi permusuhan di antara keduanya," jelasnya.

Menurutnya, kedekatan personal antara Megawati dan Prabowo telah teruji meski beberapa kali berbeda dukungan dalam pemilihan presiden.

"Mereka berdua sebagai dua sahabat yang baik, meski beberapa kali berlainan dalam dukungan pilpres. Meski berbeda pilihan dan dukungan tetapi tetap berkawan baik. Saya kira sikap seperti itu penting sebagai bagian dari kenegarawanan," tandasnya.

Sebelumnya, Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, mengungkapkan jika ada sosok yang kangen dengan masakan nasi goreng miliknya.

Hal itu diungkapkannya saat pidatonya di acara Penganugerahan Trisakti Tourism Award (Desa Wisata) 2025 yang digelar di Puri Agung Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, pada Kamis (8/5/2025) malam.

Baca Juga: Megawati Akui PDIP Babak Belur di Pemilu 2024, Tapi Bangga Rakyat Jadi Penyelamat

"Saya jelek-jelek begini, kalau saya daftar sebagai chef, pasti diterima. Betul, loh. Itu nggak bohong, loh. Di mana saja, masa hoaks. Sudah Presiden Kelima, sudah begitu Ketua Umum partai, terus suruh masakin, terus kasih kamu, ya, nggak, lah. Masa masakin buat kalian," ujar Megawati.

Meski begitu, Megawati mengatakan bahwa ada sosok yang kangen dengan masakan dirinya. Bahkan, kerap menanyakan kapan dibuatkan masakan itu untuk sosok tersebut.

Megawati pun menyebut jika sosok itu adalah Presiden. Tetapi, dia tak merinci siapa Presiden yang dimaksud. "Yang masih nanyain terus, tahu nggak siapa? Rahasia, ya. Siapa? Presiden bolak-balik nanya kapan aku dibikinin nasi goreng, Mbak, ya? Yo, Presiden siapa, ya? Hehe. Itu senang banget, loh," sambung dia.

Megawati pun melanjutkan kelakarnya. Dia menanyakan kepada para kader PDIP apakah mau dibuatkan nasi goreng buatannya.

"Nanti, ya, siapa mau nasi goreng Ibu Mega? Ya, tapi bayar, loh. Gimana nggak bayar. Masa saya selalu dalam posisi tertekan," tutup Megawati.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.