Beda Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin di Indonesia

AKURAT.CO Setelah kemerdekaan, Indonesia pernah menerapkan sistem demokrasi liberal dan demokrasi terpimpin pada tahun 1950-an. Namun, kedua sistem ini menghadapi berbagai kendala sehingga pelaksanaannya tidak optimal, dan akhirnya Indonesia kembali menggunakan sistem pemerintahan republik.
Meski sama-sama disebut demokrasi, demokrasi liberal dan terpimpin memiliki perbedaan mendasar dalam penerapan dan mekanisme pemerintahannya.
Baca Juga: Kapolri Sebut Demokrasi Liberal Kentalkan Primordialisme
5 Perbedaan Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin di Indonesia
Sejak kemerdekaan, Indonesia menerapkan beberapa sistem demokrasi, termasuk demokrasi liberal (1950–1959) dan demokrasi terpimpin (sejak Dekrit Presiden 5 Juli 1959). Berikut lima perbedaan utama antara keduanya:
- Peran Partai Politik
Di demokrasi liberal, partai politik memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah kebijakan, sedangkan presiden hanya memiliki kekuasaan terbatas. Dalam demokrasi terpimpin, presiden memegang kekuasaan dominan, sehingga pengambilan keputusan lebih cepat, meski cenderung otokratis. - Efektivitas Pengambilan Keputusan
Demokrasi liberal mengandalkan parlemen yang sering mengalami kebuntuan karena perbedaan ideologi antarpartai. Demokrasi terpimpin menempatkan presiden sebagai penentu utama, sehingga kebijakan bisa diambil lebih cepat dan efisien. - Partisipasi Masyarakat
Demokrasi liberal memberikan kebebasan politik bagi seluruh warga, mendorong munculnya banyak partai dan calon perseorangan, seperti pada Pemilu 1955. Sebaliknya, demokrasi terpimpin membatasi jumlah partai dengan persyaratan tertentu, sehingga hanya sembilan partai yang diakui resmi pada 1961. - Ideologi yang Dianut
Demokrasi liberal berlandaskan liberalisme, sedangkan demokrasi terpimpin mengadopsi sosialisme dan gagasan Nasakom (Nasionalis, Agama, Komunis), meski beberapa unsur, seperti komunisme, ditolak oleh sebagian masyarakat. - Sistem Ekonomi
Pada demokrasi liberal, ekonomi berjalan berdasarkan mekanisme pasar bebas. Di demokrasi terpimpin, pemerintah menerapkan ekonomi terpusat dengan kontrol negara atas alat produksi dan distribusi utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






