Puan Minta Evaluasi Biaya Politik Usai OTT Bupati Rejang Lebong

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, menilai, operasi tangkap tangan (OTT) yang kembali menjerat kepala daerah harus menjadi momentum evaluasi bersama antara DPR dan pemerintah, terutama terkait biaya politik serta akuntabilitas penyelenggara pemerintahan daerah.
Hal tersebut disampaikan Puan menanggapi OTT yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari.
“Kita harus sama-sama evaluasi antara DPR dengan pemerintah terkait dengan hal tersebut,” kata Puan dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Puan menilai evaluasi menyeluruh perlu dilakukan, termasuk terkait kemungkinan tingginya biaya politik dalam proses pemilihan kepala daerah.
“Apakah kemudian mungkin biaya politik terlalu mahal atau bagaimana memberikan pendidikan akuntabilitas kepada seluruh kepala daerah. Juga bagaimana memberikan kesadaran kepada seluruh kepala daerah bahwa akuntabilitas itu penting, bukan hanya dalam pengawasan, tetapi juga sebagai kesadaran bersama untuk saling menjaga,” ujarnya.
Ia menegaskan evaluasi tidak hanya menyasar satu aspek saja, melainkan harus dilakukan secara menyeluruh dalam sistem politik dan pemerintahan daerah.
“Jadi memang harus evaluasi ke semua lini terkait dengan hal tersebut,” kata Puan.
Baca Juga: Ratusan Perusahaan Hunan Padati Forum Bisnis Indonesia–Tiongkok yang Digelar KBRI Beijing
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan OTT terhadap Bupati Rejang Lebong pada Senin malam (9/3/2026).
Operasi tersebut diduga berkaitan dengan praktik suap atau fee proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.
Dalam operasi tersebut, KPK juga mengamankan Wakil Bupati Rejang Lebong Hendri Praja bersama sejumlah pihak lainnya.
Secara keseluruhan, sebanyak 13 orang diamankan yang terdiri dari kepala daerah, pejabat pemerintah daerah, serta pihak swasta.
Dari jumlah tersebut, sembilan orang kemudian dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








