Puan Minta Kritik ke Pemerintah Disampaikan secara Beretika

AKURAT.CO Ketua DPR, Puan Maharani, menanggapi fenomena kritik akademisi dan berbagai pihak terhadap pemerintah yang berujung pada pelaporan ke aparat penegak hukum.
Dia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara penegakan hukum dan etika beradab dalam menyampaikan kritik di ruang publik.
"Hukum harus dijalankan dengan seadil-adilnya, namun kita juga harus bisa menjaga etika dalam memberikan kritik untuk bisa dilakukan secara santun," ujar Puan dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Baca Juga: Menteri HAM: Kritik Feri Amsari dan Ubaedillah Badrun Tak Perlu Dipolisikan
Dalam sistem demokrasi, kritik merupakan hal yang wajar dan diperlukan. Namun, penyampaiannya harus tetap mengedepankan sikap saling menghormati agar tidak menimbulkan konflik yang tidak produktif.
"Jadi memang saling menghormati, saling menghargai, harus dilakukan dalam dua posisi. Artinya yang memberi kritik juga harus memberikan kritiknya itu secara baik, yang diberi kritiknya juga tentu saja akan menerima kalau kritikannya itu memang adalah satu hal yang dilakukan dalam artian kritik membangun," jelasnya.
Baca Juga: Paus Leo XIV Kritik “Tirani” dan Eksploitasi Afrika saat Kunjungan ke Kamerun
Dia menilai, baik pihak yang menyampaikan kritik maupun yang menerima kritik memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga kualitas demokrasi. Kritik yang konstruktif, akan lebih mudah diterima sebagai masukan untuk perbaikan kebijakan.
Dia pun berharap dinamika kritik terhadap pemerintah tidak berujung pada polarisasi, melainkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
"Jadi kita harus tetap mengedepankan saling menghargai, saling menghormati," tutup Puan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









