Akurat Logo

Yenny Wahid Terpilih sebagai Ketum KOWANI, Siapkan Lima Misi Transformasi Perempuan Indonesia

Saeful Anwar | 3 Juni 2026, 16:47 WIB
Yenny Wahid Terpilih sebagai Ketum KOWANI, Siapkan Lima Misi Transformasi Perempuan Indonesia
KLB KOWANI menghasilkan keputusan penting dengan terpilihnya Yenny Wahid sebagai Ketua Umum KOWANI periode baru.

AKURAT.CO Kongres Luar Biasa (KLB) Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) yang digelar di Gedung The Tribrata, Jakarta, Rabu (3/6/2026), menghasilkan keputusan penting dengan terpilihnya Yenny Wahid sebagai Ketua Umum KOWANI periode baru.

Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid itu terpilih melalui mekanisme pemungutan suara yang memenuhi kuorum konstitusional dengan dukungan lebih dari dua pertiga organisasi anggota aktif, sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KOWANI.

Terpilihnya Yenny menandai dimulainya babak baru bagi organisasi perempuan tertua dan terbesar di Indonesia yang akan memasuki abad kedua sejak didirikan pada 1928.

"Ini bukan kemenangan satu orang. Ini kemenangan seluruh perempuan Indonesia yang tidak ingin melihat rumah besar mereka runtuh. KOWANI adalah amanah, dan di abad kedua ini, amanah itu akan kami emban dengan lebih kuat, lebih luas, dan lebih inklusif," kata Yenny usai terpilih.

Dalam kepemimpinannya, Yenny menyiapkan lima agenda transformasi utama KOWANI.

Pertama, memperkuat rekonsiliasi dan tata kelola organisasi dengan mengedepankan prinsip kebersamaan dan transparansi.

Ketua Umum KOWANI, Yenny Wahid.

Baca Juga: KLB Digelar, KOWANI Tempuh Langkah Konstitusional Selamatkan Organisasi

"Tidak boleh ada yang merasa ditinggalkan. Tidak boleh ada yang merasa tidak didengar," ujarnya.

Kedua, memperluas pemberdayaan ekonomi perempuan melalui penguatan akses pelatihan, pengembangan kewirausahaan, teknologi digital, pembiayaan, dan jaringan usaha.

Ketiga, memperkuat perlindungan perempuan dan anak melalui advokasi kebijakan, upaya pencegahan, serta pendampingan bagi korban kekerasan.

Keempat, menyiapkan kepemimpinan perempuan generasi baru melalui berbagai program strategis yang melibatkan perempuan lintas usia dan daerah.

Kelima, mengembalikan peran aktif KOWANI di tingkat internasional.

Sebagai organisasi yang memiliki status konsultatif di Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (ECOSOC PBB), KOWANI bertekad kembali membawa suara perempuan Indonesia dalam forum-forum global.

Selain lima misi tersebut, Yenny menetapkan tiga prioritas awal kepengurusannya, yakni memperbaiki tata kelola organisasi, memperkuat sinergi lintas generasi, serta memulihkan posisi KOWANI di panggung internasional, termasuk memastikan kehadiran organisasi dalam forum Commission on the Status of Women (CSW) PBB pada tahun mendatang.

KLB KOWANI digelar sebagai respons atas krisis internal yang dinilai telah mengganggu tata kelola organisasi.

Sebelum kongres dilaksanakan, Kementerian Hukum telah mengklarifikasi bahwa 19 anggota Dewan Pimpinan yang menginisiasi KLB tetap sah secara hukum, sehingga memberikan landasan konstitusional bagi penyelenggaraan kongres tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) bersama organisasi pendiri KOWANI, yakni Perempuan Taman Siswa, Wanita Katolik RI, dan PP Aisyiyah, telah memfasilitasi lima kali mediasi.

Baca Juga: Layvin Kurzawa Tinggalkan Persib Bandung, Isyaratkan Keputusan Berpisah Bukan Keinginannya

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena ketidakhadiran ketua umum sebelumnya dalam seluruh pertemuan.

Dengan terpilihnya Yenny Wahid secara sah, KOWANI kini berupaya kembali fokus menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam advokasi kebijakan publik serta mendorong kemajuan perempuan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.