Yenny Wahid Terpilih sebagai Ketum KOWANI, Siapkan Lima Misi Transformasi Perempuan Indonesia

AKURAT.CO Kongres Luar Biasa (KLB) Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) yang digelar di Gedung The Tribrata, Jakarta, Rabu (3/6/2026), menghasilkan keputusan penting dengan terpilihnya Yenny Wahid sebagai Ketua Umum KOWANI periode baru.
Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid itu terpilih melalui mekanisme pemungutan suara yang memenuhi kuorum konstitusional dengan dukungan lebih dari dua pertiga organisasi anggota aktif, sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KOWANI.
Terpilihnya Yenny menandai dimulainya babak baru bagi organisasi perempuan tertua dan terbesar di Indonesia yang akan memasuki abad kedua sejak didirikan pada 1928.
"Ini bukan kemenangan satu orang. Ini kemenangan seluruh perempuan Indonesia yang tidak ingin melihat rumah besar mereka runtuh. KOWANI adalah amanah, dan di abad kedua ini, amanah itu akan kami emban dengan lebih kuat, lebih luas, dan lebih inklusif," kata Yenny usai terpilih.
Dalam kepemimpinannya, Yenny menyiapkan lima agenda transformasi utama KOWANI.
Pertama, memperkuat rekonsiliasi dan tata kelola organisasi dengan mengedepankan prinsip kebersamaan dan transparansi.
Ketua Umum KOWANI, Yenny Wahid.
Baca Juga: KLB Digelar, KOWANI Tempuh Langkah Konstitusional Selamatkan Organisasi
"Tidak boleh ada yang merasa ditinggalkan. Tidak boleh ada yang merasa tidak didengar," ujarnya.
Kedua, memperluas pemberdayaan ekonomi perempuan melalui penguatan akses pelatihan, pengembangan kewirausahaan, teknologi digital, pembiayaan, dan jaringan usaha.
Ketiga, memperkuat perlindungan perempuan dan anak melalui advokasi kebijakan, upaya pencegahan, serta pendampingan bagi korban kekerasan.
Keempat, menyiapkan kepemimpinan perempuan generasi baru melalui berbagai program strategis yang melibatkan perempuan lintas usia dan daerah.
Kelima, mengembalikan peran aktif KOWANI di tingkat internasional.
Sebagai organisasi yang memiliki status konsultatif di Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (ECOSOC PBB), KOWANI bertekad kembali membawa suara perempuan Indonesia dalam forum-forum global.
Selain lima misi tersebut, Yenny menetapkan tiga prioritas awal kepengurusannya, yakni memperbaiki tata kelola organisasi, memperkuat sinergi lintas generasi, serta memulihkan posisi KOWANI di panggung internasional, termasuk memastikan kehadiran organisasi dalam forum Commission on the Status of Women (CSW) PBB pada tahun mendatang.
KLB KOWANI digelar sebagai respons atas krisis internal yang dinilai telah mengganggu tata kelola organisasi.
Sebelum kongres dilaksanakan, Kementerian Hukum telah mengklarifikasi bahwa 19 anggota Dewan Pimpinan yang menginisiasi KLB tetap sah secara hukum, sehingga memberikan landasan konstitusional bagi penyelenggaraan kongres tersebut.
Sebelumnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) bersama organisasi pendiri KOWANI, yakni Perempuan Taman Siswa, Wanita Katolik RI, dan PP Aisyiyah, telah memfasilitasi lima kali mediasi.
Baca Juga: Layvin Kurzawa Tinggalkan Persib Bandung, Isyaratkan Keputusan Berpisah Bukan Keinginannya
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena ketidakhadiran ketua umum sebelumnya dalam seluruh pertemuan.
Dengan terpilihnya Yenny Wahid secara sah, KOWANI kini berupaya kembali fokus menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam advokasi kebijakan publik serta mendorong kemajuan perempuan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









