Blusukan ke Pasar di Balikpapan, Ganjar Tampung Curhat Pedagang Soal Harga Bahan Pokok

AKURAT.CO Hari ke-8 kampanye, calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo, blusukan ke Pasar Baru Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (5/12/2023).
Pasar Baru Balikpapan menjadi destinasi pertama yang dikunjungi Ganjar dalam rangkaian kegiatan kampanyenya di Balikpapan hari ini.
Kedatangan Ganjar yang tampil sederhana dengan memakai kaos putih berkerah, disambut pedagang Pasar Baru Balikpapan dengan antusias.
Ganjar kemudian menyambangi sebuah kios penjual sayur-sayuran dan cabai. Capres berambut putih ini kemudian berdialog dengan pedagang di kios tersebut yang bernama Katini.
Baca Juga: Kaget, Cara Tiko Aryawardhana Perlakukan Keluarga BCL, Kalian Nilai Sendiri Deh!
“Apa harga yang lagi naik sekarang ini?” tanya Ganjar kepada Katini.
Pertanyaan Ganjar langsung dijawab Katini dengan curhat panjang-lebar. “Cabai, tomat, bawang lagi mahal Pak. Cabai lagi naik Rp100.000,” ungkap Katini.
Menurut Katini, dengan situasi sekarang ini, para pedagang kecil semakin tercekik lantaran sulit menjual barang dagangannya ke konsumen karena harganya mahal.
Katini pun meminta kepada Ganjar agar masalah harga bahan pokok menjadi perhatian dan dijaga kestabilannya agar harganya terjangkau masyarakat dan pedagang kecil pun tetap bisa berjualan dengan lancar.
Baca Juga: Universitas Moestopo Lantik 28 Pimpinan Baru
“Saya cuma minta kestabilan harga aja. Jangan mahal-mahal biar cari rezeki enggak susah,” tutur Katini.
Menanggapi keluhan Katini, Ganjar mengatakan masalah harga bahan pokok yang tinggi ditemuinya selama berkeliling ke berbagai wilayah Indonesia.
Dia selalu mendapat keluhan serupa dari para pedagang saat berkunjung ke pasar tradisional.
Menurut Ganjar, ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk menstabilkan harga bahan pokok. Pertama, stabilisasi dari sisi produksi, dimulai dengan data yang akurat.
"Produksi dengan teknologi yang sangat modern harus dimulai dari data. Saya berkali-kali menyampaikan satu data Indonesia termasuk pertanian itu penting, data petani kita, komoditas, ada di mana dan sebagainya,” ungkap Ganjar.
Kedua, sambung Ganjar, bagaimana mengatur mekanisme produksi agar penggunaan teknologi dapat memaksimalkan hasil produksi pertanian.
Ketiga, Ganjar kembali mengungkit pentingnya mengembalikan fungsi dari Badan Urusan Logistik (Bulog) bahan pokok agar harganya dapat dikendalikan.
“Saya ulangi, Bulog (Badan Urusan Logistik) harus mengambil alih kembali (logistik bahan pokok), setelah dulu memangkas itu sehingga sangat liberal. Sekarang (harus) kembali dikuasai oleh negara dan pemerintah harus mengendalikan,” pungkas Ganjar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










