AKURAT.CO Ketua Indonesia Center for Renewable Energy Studies (ICRES), Surya Darma, PhD, menyoroti pentingnya teknologi penangkapan, penyimpanan dan pemanfaatan karbon atau Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) dalam upaya mengurangi emisi karbon di Tanah Air.
Teknologi CCS dinilai menjadi salah satu solusi yang efektif dalam mengurangi emisi karbon, khususnya di sektor industri dan pembangkit listrik.
"Dengan menangkap karbon dioksida yang dihasilkan dari pembakaran batu bara dan industri lainnya, teknologi CCS dapat membantu mengurangi jejak karbon negara ini," kata Surya di sela Webinar Suara Energi, Senin (19/2/2024).
Baca Juga: Pertamina Gandeng JERA Kerja Sama Pengembangan Bahan Bakar Rendah Karbon dan CCUS
Indonesia menurutnya memiliki potensi besar untuk mengurangi emisi karbon dengan memanfaatkan teknologi CCS di sektor industri dan pembangkit listrik.
Sebagai salah satu produsen utama batu bara di dunia, Indonesia memiliki dampak besar terhadap emisi karbon global. Penggunaan batu bara dalam pembangkit listrik dan industri berat telah menyumbang signifikan pada tingginya tingkat emisi gas rumah kaca.
Meskipun begitu, implementasi teknologi CCS tidaklah mudah. Ada beberapa tantangan yang perlu diatasi, termasuk biaya investasi awal yang tinggi, kebutuhan akan infrastruktur yang memadai, serta regulasi dan tata kelola yang mendukung.
Namun, dengan komitmen dan kerjasama yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga riset seperti ICRES, Indonesia yakin dapat mengatasi tantangan tersebut.
"Saat ini, kami sedang bekerja keras untuk mengembangkan regulasi dan kebijakan yang mendukung implementasi teknologi CCS di Indonesia," ucapnya.
Ditambahkan, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya teknologi ini dalam mengurangi emisi karbon dan menjaga lingkungan hidup untuk generasi mendatang.
Dengan upaya yang terus-menerus dan komitmen yang kuat, Indonesia optimis dapat menjadi salah satu pemimpin dalam penerapan teknologi CCS di Asia Tenggara. Langkah ini tidak hanya akan memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga akan membuka peluang investasi dan menciptakan lapangan kerja baru dalam sektor energi bersih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









