Akurat
Pemprov Sumsel

Asosiasi Ungkap Industri Minuman Ringan Tumbuh 3,1 Persen di 2023

Silvia Nur Fajri | 13 Maret 2024, 15:11 WIB
Asosiasi Ungkap Industri Minuman Ringan Tumbuh 3,1 Persen di 2023

AKURAT.CO Sempat terkontraksi 45-50% selama pandemi COVID-19, penjualan industri minuman ringan di Indonesia mampu tumbuh 3,1% sepanjang 2023, berdasarkan catatan Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM).

Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM), Triyono Prijosoesilo mengatakan meskipun tumbuh, bukan berarti industri minuman ringan tak tertekan. Menurutnya, tanpa kontribusi air mineral, industri ini mengalami pertumbuhan negatif 2,6% di 2023.

Tantangan tersebut meliputi dampak geopolitik, perubahan iklim, krisis kesehatan, dan masalah logistik. Dukungan teknologi dianggap kunci dalam menghadapi tantangan tersebut.

Baca Juga: Ketum ASRIM: Penjualan Minuman Ringan Anjlok 45 Persen Selama 3 Tahun, Jadikan Lebaran 2024 Momentum Positif

"Industri minuman ringan menghadapi tantangan signifikan selama masa pandemi Covid-19, dengan penurunan penjualan mencapai 45-50 persen dalam tiga tahun terakhir," ujarnya di sela diskusi bertajuk "Kinerja Industri Minuman di Tahun 2023, serta Peluang dan Tantangan di Tahun 2024” di Jakarta Selatan, Rabu (13/3/2024).

Selanjutnya, Triyono menjelaskan bahwa air mineral masih mendominasi sekitar 60% dari total volume konsumsi minuman ringan. Teh dalam kemasan menempati posisi kedua dalam kategori utama ini. "Kalau kita lihat per kategori utama itu masih minuman air mineral mendominasi sekitar 60 persen dari total volume. Nomor dua adalah teh dalam kemasan," imbuhnya.

Meskipun demikian, Triyono menegaskan bahwa dominasi air mineral menimbulkan tantangan bagi industri tersebut. Ketergantungan yang tinggi pada satu kategori minuman menunjukkan ketidakberlanjutan yang perlu diatasi.

Idealnya, pertumbuhan harus terdiversifikasi ke kategori-kategori lain, namun realitanya hal ini belum terjadi. Oleh karena itu, tantangan bagi industri minuman ringan terus berkembang, dan ASRIM bersiap menghadapinya demi keberlanjutan industri ini.

"Ini menjadi tantangan kami melihatnya belum sustainable dan belum kuat karena masih bergantung pada satu kategori, idealnya kategori-kategori lain bisa tumbuh, nyatanya tidak, dan ini menjadi tantangan bagi kami," tandasnya.

Ditambahkan, industri makanan dan minuman (mamin) di Indonesia, yang menjadi salah satu penyumbang besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menciptakan banyak lapangan kerja, menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak geopolitik, perubahan iklim, krisis kesehatan, dan masalah logistik.

Selain itu, ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh industri minuman ringan, seperti kebutuhan akan inovasi produk, perhatian terhadap isu lingkungan, dan dukungan dari pemerintah. 

"Kami berusaha membangun generasi yang lebih baik dalam hal konsumsi minuman, dengan fokus pada inovasi produk dan peningkatan kesadaran lingkungan. Dukungan pemerintah juga sangat penting bagi kelangsungan industri ini," ungkapnya.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Triyono optimis bahwa dengan upaya yang tepat, industri minuman ringan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia.

Sebelumnya Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman, menggarisbawahi pentingnya dukungan teknologi bagi industri makanan dan minuman dalam menghadapi tantangan tersebut. 

Lukman menekankan pentingnya investasi dalam teknologi guna meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan daya saing industri makanan dan minuman di tengah lingkungan bisnis yang semakin kompleks.

Dukungan teknologi diharapkan dapat membantu industri mamin mengatasi berbagai masalah, mulai dari peningkatan produktivitas hingga pengurangan risiko yang dihadapi akibat perubahan global yang cepat.

"Semua tantangan ini harus kami hadapi tahun depan dan seterusnya. Oleh karena itu, kami perlu mengantisipasi. Salah satu yang penting bagi industri makanan dan minuman adalah bagaimana kami harus didukung teknologi," kata Adhi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.