Lewat Teknologi Modifikasi Cuaca, Smart Aviation Tanggulangi Bencana Alam di Indonesia

AKURAT.CO Tigginya curah hujan belakangan ini di berbagai wilayah Indonesia telah memicu potensi bencana banjir, seperti yang terjadi pada awal tahun 2024 di wilayah Jawa Barat, Banten, dan sekitarnya.
Sementara, bencana banjir dan longsor juga terjadi hingga Maret 2024 di wilayah Demak, Semarang, dan Jawa Tengah.
Sebagai tanggapan atas tantangan ini, Divisi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) PT Smart Cakrawala Aviation (Smart Aviation), memperkuat komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi bencana cuaca di Indonesia.
Baca Juga: Borong 5 Pesawat dari Textron, Smart Aviation Rogoh Kocek Rp400 M
Sebagai perusahaan swasta yang menjadi pionir pengembangan layanan Teknologi Modifikasi Cuaca yang lengkap/komplit, Smart Aviation telah bekerja sama dengan sejumlah stakeholder, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Smart Aviation telah dipercaya untuk berbagai proyek dalam menangani modifikasi cuaca di Indonesia. Mulai dari penanganan permasalahan bencana Hidrometeorologi (banjir, tanah ongsor), Kebakaran Hutan dan Lahan, kekeringan, polusi udara, hingga pemenuhan sektor waduk di Indonesia.
Direktur Utama sekaligus Pemilik Smart Aviation, Pongky Majaya mengatakan teknologi modifikasi cuaca yang diterapkan perusahaan telah terbukti efektif dalam mengendalikan pola cuaca ekstrem.
"Metode seperti penanganan kabut asap, pemecahan awan, hingga penyelaras awan menjadi bagian dari teknologi canggih yang kami gunakan untuk merespons ancaman bencana cuaca dengan cepat dan efisien," ujar Pongky di Jakarta, Jumat (22/3/2024).
Ditambahkan, peran pemerintah daerah juga menjadi sangat penting dalam menanggulangi bencana yang terjadi di tingkat lokal.
Melalui Teknologi Modifikasi Cuaca dari Smart Aviation, pemerintah daerah dapat secara langsung melakukan intervensi secara cepat dan tepat terhadap kondisi cuaca yang berpotensi menyebabkan bencana, seperti banjir, longsor, atau kebakaran hutan.
Hal ini memungkinkan pihak berwenang untuk mengambil langkah preventif yang lebih efektif dan mengurangi dampak negatif bagi masyarakat.
"Lewat kemitraan, kami menyaksikan bagaimana sinergi antara keahlian teknis TMC yang kami miliki dan pemahaman mendalam pemerintah daerah tentang kebutuhan masyarakat lokal dapat menghasilkan solusi inovatif yang bermanfaat bagi semua pihak," tambah Pongky.
Mengingat meningkatnya kebutuhan layanan modifikasi cuaca dan operasional lainnya, Smart Aviation telah mempersiapkan pengadaan 5 pesawat baru, termasuk 4 Unit Caravan C208EX dan 1 Unit Sky Courier C408 sebaya upaya preventif dalam menjalankan komitmen untuk mendukung pemerintah.
Cessna SkyCourier, memiliki spesifikasi tangguh dan sesuai dengan medan penerbangan di Indonesia, termasuk daerah-daerah terluar, adalah pesawat turboprop sayap tinggi yang berkapasitas ganda, cocok untuk angkutan udara, komuter, dan misi khusus dengan biaya operasional rendah.
Dilengkapi dengan varian kargo, pesawat ini memiliki pintu besar dan kabin lantai datar yang dapat menangani hingga tiga kontainer pengiriman LD3 dengan kemampuan muatan hingga 6.000 pound, ditenagai oleh dua mesin Turboprop Pratt & Whitney PT6A-65SC.
Dengan teknologi canggih dan tim ahli yang berkualitas, Smart Aviation dapat mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi bencana cuaca.
Melalui kolaborasi yang erat dengan pemerintah daerah, Smart Aviation bertekad untuk terus menjadi mitra terpercaya dalam menangani bencana cuaca di Indonesia dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta lingkungan.
Smart Aviation juga memperluas jangkauan dukungannya dengan menyediakan pesawat dan helikopter untuk melakukan pemantauan udara, khususnya saat musim mudik Lebaran, guna membantu pemantauan dan penanganan bencana dari udara.
Upaya Smart Aviation untuk memperkuat kapasitas operasionalnya tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga untuk meningkatkan responsibilitas sosial perusahaan.
"Sepanjang perjalanan Smart Aviation, kami yakin bahwa dengan kerja keras, komitmen, dan kolaborasi yang solid, kita dapat mengatasi tantangan bencana cuaca dengan lebih efektif, ujar Pongky.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










