Akurat
Pemprov Sumsel

Penumpang Grab Diperas Rp100 Juta dan Diancam Dibuang ke Sungai, Begini Respons Manajemen Grab

M. Rahman | 29 Maret 2024, 17:34 WIB
Penumpang Grab Diperas Rp100 Juta dan Diancam Dibuang ke Sungai, Begini Respons Manajemen Grab

AKURAT.CO Manajemen Grab merespons insiden pemerasan penumpang oleh oknum pengemudi belum lama ini.

Director of Operation Jabodetabek Grab Indonesia, Tyas Widyastuti mengapresiasi langkah cepat kepolisian khususnya Polres Metro Jakarta Barat yang telah menangkap pelaku kurang dari 24 jam.

Di saat bersamaa, langkah-langkah koreksi internal berupa peningkatan, perubahan, dan perbaikan layanan konsumen (Grab Support) serta prosedur penanganan insiden keamanan dalam platform Grab sedang berjalan.

"Kami bersyukur teknologi dan prosedur investigasi internal kami dapat membantu pihak kepolisian menangkap tersangka. Fokus kami tetap ke penumpang dan memastikan kasus tersebut terus diproses sesuai hukum yang berlaku. Pendampingan lain yang kami tawarkan ke penumpang termasuk konseling, transportasi dan penjagaan keamanan yang selalu tersedia," ujar Tyas dalam pernyataan resminya, Jumat (29/3/2024).

Sebelumnnya Polres Metro Jakarta Barat berhasil meringkus oknum driver GrabCar yang diduga memeras penumpangnya senilai Rp100 juta.

Baca Juga: Patuhi Aturan Persaingan Usaha, Grab Indonesia Raih Sertifikat dari KPPU

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes M Syahduddi mengungkapkan bahwa proses penangkapan terhadap pengemudi Grab tersebut dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi bersama pihak Grab.

"Untuk pelaku sudah diamankan, ini juga hasil kolaborasi dan koordinasi cepat dengan rekan-rekan Grab," ujarnya kepada wartawan, Jumat (29/3/2024).

Sebelumnya, sempat viral keluhan penumpang yang dikutip dari akun @cyndypngestu, mengaku telah mendapatkan tindak pemerasan dan nyaris diculik oleh oknum driver GrabCar.

Kronologinya, penumpang pesan GrabCar dari mall di Jakarta Barat untuk pulang ke rumah sekitar 20.27 WIB. Driver datang dengan plat nomor yang sesuai dan menjemput penumpang secara normal.

Ketika dalam perjalanan, tiba-tiba driver masuk ke jalan tol, padahal jalan yang diambil semula sudah sesuai dengan arah ke rumah penumpang. Selanjutnya, oknum driver mengaku sesak napas dan minta digantikan oleh penumpang.

Saat melihat aplikasi Grab, ternyata driver tersebut belum menekan Pick Up, sehingga statusnya masih pada penjemputan atau Driver is Coming To You. Oknum driver lalu meminta penumpang untuk mentransfer sejumlah uang hingga Rp100 juta sambil menodongkan ponsel yang tertera nomor rekening.

Penumpang memilih untuk membuka pintu dan lompat dari mobil dengan posisi berada di tepi jalan tol sambil meminta tolong kepada warga sekitar. Namun, karena kondisi yang sepi membuat driver kembali mengejar dan menangkap penumpang. Penumpang yang kembali masuk ke mobil lalu diancam untuk tidak teriak dan diancam akan dibuang di sungai.

Driver berupaya untuk membekap mulut penumpang agar tidak teriak. Akhirnya, ada warga yang mendengar teriakan dan berusaha menolong. Warga sempat menangkap driver tetapi beralasan kalau sedang bertengkar dan berhasil lolos.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa