Akurat
Pemprov Sumsel

Barat Sebut Ekspor NEV China Karena Over Capacity, Beijing: Narasi Tak Masuk Akal

Demi Ermansyah | 21 Mei 2024, 15:20 WIB
Barat Sebut Ekspor NEV China Karena Over Capacity, Beijing: Narasi Tak Masuk Akal

AKURAT.CO Ketika negara-negara Barat tertentu menganggap peningkatan ekspor mobil listrik alias kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) China sebagai akibat dari kelebihan kapasitas (overcapacity) dalam negeri, beberapa pejabat China memberikan bantahan sekaligus menegaskan bahwa narasi yang berbasis ekspor itu sangat tidak masuk akal.

Menurut pejabat Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China, He Hailin, kapasitas produksi suatu negara yang melampaui permintaan domestik merupakan fenomena umum global karena mencerminkan keunggulan komparatif dan hasil dari spesialisasi tenaga kerja (labor division).

"Sebagai contoh, 80 persen cip yang diproduksi di Amerika Serikat (AS) diekspor, 50 persen mobil Jepang dijual ke luar negeri, dan hampir 80 persen output otomotif Jerman dikirim ke pasar luar negeri," ujarnya melalui lansiran Xinhua.

Baca Juga: Mobil Listrik Xiaomi SU7 Siap Meluncur, Segini Prediksi Harganya

Lebih lanjut dirinya menambahkan bahwa pesawat terbang yang diproduksi oleh Boeing dan Airbus juga sangat bergantung kepada pasar luar negeri. Sebaliknya, Hailin menambahkan ekspor NEV China hanya mencakup sebagian kecil dari total produksinya.

Ketika 9,59 juta NEV diproduksi di China tahun lalu, lebih dari 12% di antaranya diekspor, papar Hailin, dimana China lebih banyak melayani pasar domestiknya daripada membanjiri pasar luar negeri dengan NEV murah.

"Sangat tidak tepat untuk menentukan apakah suatu produk tertentu mengalami kelebihan kapasitas atau tidak berdasarkan ekspornya, ujar He seraya mengkritik upaya beberapa negara untuk memengaruhi perdagangan global yang normal berdasarkan penilaian sepihak tersebut," ucapnya.

Sebab, tegas Hailin, sistem ekonomi dan perdagangan internasional yang terbuka serta kooperatif membawa manfaat bersama dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia, yang harus dihargai dan dipertahankan oleh semua negara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.