Pelaku Industri Mamin Harapkan BI Rate Ditahan di 6,25 Persen hingga Akhir 2024

AKURAT.CO Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) mengharapkan agar suku bunga acuan atau BI Rate tetap berada di level 6,25 % setidaknya hingga akhir tahun. Harapan ini muncul demi meringankan beban industri makanan dan minuman yang saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan.
Menurut Ketua Umum GAPMMI, Adhi Lukman, industri makanan dan minuman tengah bergelut dengan kenaikan biaya logistik dan modal. "Industri makanan dan minuman memiliki pinjaman bank yang cukup besar, sekitar 70 persen," ungkap Adhi di Artatotel Senayan, Jakarta, Senin (22/7/2024).
Menurutnya, kenaikan bunga bank otomatis akan meningkatkan biaya di tengah situasi biaya logistik yang juga melonjak. Ditambahkan, kenaikan biaya logistik di beberapa negara telah mencapai tiga kali lipat. Selain itu, kesulitan mendapatkan kontainer mengharuskan industri untuk meningkatkan persediaan, yang tentu membutuhkan modal tambahan.
maminBaca Juga: Food Ingredients Asia 2024 Dukung Keberlanjutan Industri Mamin
"Dulu cukup stok dua minggu, sekarang satu bulan, bahkan ada bahan baku tertentu yang harus dua bulan stok. Peningkatan stok ini membutuhkan modal dan kenaikan bunga akan mempermahal modal," jelasnya.
Bank Indonesia telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 6,25% setelah pada April 2024 menaikkan sebesar 25 basis poin (bps). Keputusan ini diambil untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5 ± 1% pada 2024 dan 2025.
Selain itu, BI juga mempertahankan suku bunga deposit facility sebesar 5,5% dan suku bunga lending facility sebesar 7%.
BI menyatakan bahwa fokus kebijakan moneter jangka pendek diarahkan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dan menarik aliran masuk modal asing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









