Bahlil Sebut RI Bisa Dapat Tambahan 10 Persen Saham Freeport Secara Gratis

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan optimisme terkait tambahan saham 10% dari PT Freeport Indonesia (PTFI) yang berpotensi diperoleh Indonesia tanpa biaya.
Bahlil mengungkapkan bahwa kemungkinan ini berasal dari upaya lobi yang intensif, dengan menyebut langkah-langkahnya untuk memperoleh saham tersebut secara cuma-cuma sebagai bagian dari diplomasi strategis.
“Saya kan pernah ngomong kan, harganya sekecil-kecil mungkin. Bahkan berpotensi untuk gratis,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Kamis (31/10/2024).
Baca Juga: MIND ID Tegaskan Komitmen Hilirisasi, Smelter Freeport Indonesia Resmi Produksi
Menurutnya, negosiasi dengan pihak Freeport telah berjalan sesuai rencana, dan pihaknya menunggu hasil finalisasi dari PTFI untuk kepastian lebih lanjut.
Indonesia saat ini menguasai 51% saham PTFI setelah akuisisi mayoritas pada 2018. Kini, pemerintah meminta tambahan kepemilikan sebesar 10% sebagai syarat perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Freeport.
Proses ini sempat terhambat oleh kebakaran yang terjadi di fasilitas smelter PTFI beberapa waktu lalu, tepatnya di area pengolahan asam sulfat. Insiden tersebut menunda negosiasi sementara hingga perbaikan selesai, namun Bahlil memastikan bahwa dialog akan dilanjutkan setelah permasalahan teknis terselesaikan.
“Kemarin kita tahu bahwa smelter Freeport ada kejadian sedikit terbakar di asam sulfur. Jadi nanti begitu timnya sudah selesai, kita baru mulai bicara lagi tindak lanjutnya,” kata Bahlil.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil menegaskan bahwa perpanjangan IUPK akan menguntungkan Indonesia. Terkait potensi pembahasan penambahan saham dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat, Bahlil menyatakan belum mengetahui pasti.
"Saya belum tahu itu akan ikut menjadi pembahasan atau tidak. Tetapi pada prinsipnya ketika kunjungan Bapak Presiden ke Amerika, tugas kami dari kementerian teknis adalah menyiapkan segala sesuatu data yang dibutuhkan oleh Bapak Presiden," jelasnya.
Negosiasi yang dilakukan Bahlil untuk menambah kepemilikan saham tanpa biaya ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kontrol Indonesia atas sumber daya mineralnya. Langkah tersebut mendapat perhatian karena dapat meningkatkan keuntungan nasional tanpa menambah beban finansial yang signifikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








