Akurat
Pemprov Sumsel

Ini Alasan Nissan Merapat ke Honda Usai Renggang dengan Renault

M. Rahman | 26 Desember 2024, 16:21 WIB
Ini Alasan Nissan Merapat ke Honda Usai Renggang dengan Renault

AKURAT.CO Honda dan Nissan dikabarkan mencapai kesepakatan merger dengan target integrasi bisnis mulai akhir Januari 2025 dan ditarget rampung pada Agustus 2026. Hal ini diumumkan oleh Presiden Nissan, Makoto Uchida dan Presiden Honda, Toshihiro Mibe pada Senin (23/12/2024) lalu.

Langkah ini menjadi babak baru usai Nissan merenggangkan hubungan yang sebelumnya dibangun dengan Renault. Asal tahu, pada 8 November 2023 lalu, kedua pihak telah mengumumkan kepemilikan saham silang sebesar 15% dengan kewajiban penguncian dan pemberhentian.

Masing-masing mitra dapat menggunakan 15% hak suara yang melekat pada kepemilikan sahamnya. Hak suara Renault Group dan Nissan dibatasi sebesar 15% dari hak suara yang dapat digunakan, dan kedua perusahaan dapat dengan bebas menggunakan hak suara mereka dalam batas tersebut. Renault sendiri telah mengalihkan 28,4% (dari 43,4%) saham Nissan ke dalam sebuah perwalian di Prancis.

Baca Juga: Honda dan Nissan Sepakat Bahas Merger untuk Bentuk Perusahaan Induk Baru pada 2026

Terkait merger dengan Honda, Mantan CEO Nissan, Carlos Ghosn, memperingatkan bahwa merger ini berpotensi merugikan Nissan. Dalam wawancara dengan CNBC International pada 24 Desember 2024, Ghosn, yang memimpin Nissan selama 19 tahun dan membentuk aliansi Nissan-Renault-Mitsubishi, menyampaikan kekhawatirannya.

Menurut Ghosn, Honda, dengan kapitalisasi pasar yang empat kali lebih besar dari Nissan, kemungkinan besar akan menjadi pengendali utama dalam entitas gabungan tersebut. "Saya pikir, tanpa diragukan lagi, Honda akan memegang kendali. Hal ini sangat menyedihkan setelah saya membawa Nissan ke garis depan industri," ujar Ghosn dikutip Kamis (26/12/2024).

"Tidak ada pelengkap signifikan antara Nissan dan Honda. Sinergi hanya akan tercipta melalui pengurangan biaya, penghapusan duplikasi, atau teknologi. Sayangnya, semua ini pada akhirnya akan membebani Nissan sebagai mitra minoritas," imbuhnya.

Detail Merger

Spekulasi merger ini dimulai pada awal Desember 2024. Pada 23 Desember 2024, kedua perusahaan mengonfirmasi pembicaraan resmi dalam konferensi pers. Proposal awal mencakup pembentukan perusahaan induk yang akan terdaftar di Bursa Efek Tokyo. Honda diproyeksikan menunjuk sebagian besar anggota dewan entitas baru tersebut. Mitsubishi, mitra strategis Nissan, juga akan terlibat dalam pembicaraan merger ini.

Jika kesepakatan terwujud, grup gabungan ini diperkirakan memiliki valuasi sebesar USD54 miliar. Dengan nilai tersebut, grup ini akan melampaui Hyundai dan menjadi produsen mobil terbesar ketiga di dunia, setelah Toyota dan Volkswagen. Langkah ini juga mencerminkan tren konsolidasi dalam industri otomotif global, yang didorong oleh biaya tinggi dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik dan otonom.

Para eksekutif Honda dan Nissan optimistis bahwa merger ini akan memungkinkan mereka berbagi sumber daya secara lebih efisien. Mereka memperkirakan laba operasional jangka panjang akan meningkat hingga CNY3 triliun (sekitar USD19,1 miliar).

Tantangan

Carlos Ghosn menilai merger ini sebagai langkah panik dari Nissan, yang tengah mencari penyelamatan di tengah restrukturisasi besar-besaran. Restrukturisasi yang diumumkan pada November 2024 tersebut mencakup pengurangan kapasitas produksi global sebesar 20% dan pemutusan hubungan kerja terhadap 9.000 karyawan.

Selain itu, beberapa investor menyuarakan kekhawatiran terhadap keberhasilan merger ini. Kei Okamura, Wakil Presiden Senior di Neuberger Berman, menekankan bahwa meskipun prospek jangka pendek terlihat menarik, terdapat banyak ketidakpastian dalam pelaksanaan integrasi pasca-merger. "Integrasi pasca-merger akan sangat penting. Tanpa harmonisasi sumber daya manusia, aset, dan budaya perusahaan, kesepakatan ini berpotensi gagal," ujarnya.

Merger antara Honda dan Nissan menawarkan peluang besar untuk menciptakan raksasa baru di industri otomotif. Namun, tantangan besar dalam pelaksanaan, termasuk pengelolaan sumber daya dan integrasi budaya perusahaan, akan menjadi penentu keberhasilan kesepakatan ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa